Ataniya Salsabila dikenal sebagai sosok pelaksana Divisi Administrasi dan Umum yang rapi, telaten, dan bisa diandalkan, sekaligus aktif sebagai staff Wedding Organizer yang paham detail acara dari persiapan sampai hari H. Dia lulusan UNSIQ Wonosobo, jadi cara kerjanya terstruktur tapi tetap luwes. Pengalamannya juga makin lengkap karena pernah terlibat kerja dengan Suara Merdeka Wonosobo, yang nunjukin dia nggak asing sama dunia media dan kerja profesional.
Soal kepribadian, Ataniya itu ceria, centil, dan easy going, bikin suasana kerja jadi hidup tapi tetap on point. Vibenya fun, komunikatif, dan adaptif pas banget buat kerja tim, ngadepin klien, atau ngurus acara yang butuh ketelitian sekaligus senyum. Singkatnya, multitasking, berpengalaman, dan bawa energi positif ke mana pun dia kerja
Kalau ngomongin Dede Andika, yang kebayang itu sosok penyiar Pesona FM Wonosobo yang santai, ramah, dan easy listening banget. Gaya siarannya ngalir, nggak dibuat-buat, bikin pendengar betah nemenin aktivitas harian mau pagi, siang, atau sore tetep masuk.Dede adalah host tetap untuk program 'Format Masa Depan" yang selalu ngasih lagu-lagu indonesia terkini dan informasi cuaca harian lewat segmen PCHI (Perkiraan Cuaca Hari Ini).
Dede juga lulusan UNSIQ Wonosobo, jadi nggak cuma jago ngomong, tapi juga punya dasar pemikiran yang rapi. Cara dia ngebahas topik: ringan tapi ada maknanya, dekat sama realita warga Wonosobo. Ini nyambung banget dengan kerjaannya yang gak cuma jadi penyiar, tapi juga sebagai reposter berita-berita yang disiarkan di Radio pesona FM Wonosobo. Dede punya pengalaman lebih dari 6 tahun jadi penyiar radio di Wonosobo. Pembawaannya yang kalem gak bisa jadi jaminan kalo dia orang yang tenang, wkwkwk. Dede itu cukup lawak, aktif dan gaul di lingkungannya. Bahkan dia juga udah punya bisnis wedding organizernya sendiri lho!
Sebagai penyiar lokal, Dede Andika tuh tipe yang deket sama pendengar nggak berjarak, nggak sok eksklusif. Interaksinya cair, humornya dapet, dan vibe-nya bikin suasana siaran hidup. Cocok banget sama karakter radio lokal yang hangat dan membumi.
Amalia Fajarsari, M.I.Kom atau yang dikenal sebagai Fasari Amalia (Falia) adalah broadcaster yang memulai kariernya benar-benar dari nol. Lulusan Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman ini mengawali dunia siaran sebagai penyiar remaja di Kota Tegal, lalu melangkah ke level nasional sebagai Staff R&D Indosiar serta Staff Programming & Scheduling Network di Sindo TV (iNews TV). Berbekal pengalaman itu, Falia kini menjabat sebagai Direktur Umum LPPL Radio Pesona FM Wonosobo. Meski berada di posisi manajerial, ia tetap aktif on-air sebagai host berbagai program, mulai dari “I Can Speak”, “Beranda (Bincang Perencanaan Daerah)” , “Beat Booster” bernuansa pop 2000-an, hingga “K-Pop Daebak” yang membahas hiburan Korea dan pernah menghadirkan YouTuber asal Korea yang tinggal di Indonesia.
Di luar studio, Falia juga aktif di dunia edukasi dan komunitas. Ia adalah pendiri English Speaking Partner (ESpart) Wonosobo, gerakan yang mendorong masyarakat lebih pede berbahasa Inggris secara santai. Dari sisi akademik, ia lolos pendanaan hibah penelitian tesis magister dengan kajian yang relevan dengan dunia penyiaran dan pembelajaran bahasa. Kiprahnya mendapat pengakuan lewat penghargaan KPID Jawa Tengah tahun 2024 sebagai Juara 1 Penyiar Radio Wanita Terbaik, sekaligus menegaskan perannya di penyiaran publik. Gak cuma itu, Falia juga menjadi salah satu perintis komunitas olahraga di Kendari, yang kini dikelola pemuda lokal. Dengan pengalaman nasional, peran strategis di media lokal, dan semangat komunitas, Fasari Amalia dikenal sebagai komunikator yang adaptif, progresif, dan tetap dekat dengan masyarakat.
Faza Luthfia itu sosok penyiar radio yang sangat dikenal gak hanya di Pesona FM Wonosobo tapi juga di seluruh masyarakat Wonosobo. Gayanya khas penyiar radio lokal yang cair, komunikatif, dan enak diajak ngobrol, jadi gampang nyambung sama pendengar dari berbagai kalangan. Cara bawanya santai tapi tetap informatif nggak kaku, nggak sok formal.
Selain aktif di dunia siaran, Faza juga lulusan UNSIQ Wonosobo, kampus yang lekat sama nilai lokal dan intelektual. Itu keliatan dari cara dia ngomong dan nyusun konten siaran: ada isi, ada pesan, tapi tetap ringan. Cocok banget buat radio yang dekat sama masyarakat.
Di luar mic, Faza dikenal sering menjadi MC , Moderator dan juga terlibat di kegiatan kepenyiaran, konten informasi, sampai event-event lokal. Intinya, dia tipe penyiar yang bukan cuma ngomong di udara, tapi juga paham denyut Wonosobo budaya, isu lokal, dan kebutuhan pendengar.
Ikbal Santosa dikenal sebagai salah satu penyiar Radio Pesona FM Wonosobo yang punya gaya siaran santai, ramah, dan gampang nyambung sama pendengar. Dia sering banget membawakan program dangdut, jadi vibe siarannya selalu hidup, asik, dan dekat sama selera masyarakat lokal. Obrolannya ngalir, nggak kaku, cocok nemenin aktivitas sambil santai.
Selain aktif di dunia siaran, Ikbal juga lulusan UNSIQ Wonosobo, yang bikin cara dia menyampaikan topik tetap rapi dan berbobot meski dibalut gaya gaul. Sosoknya low profile tapi konsisten, punya ciri khas sendiri di udara, dan jadi salah satu penyiar yang bikin Pesona FM terasa hangat dan membumi.
Ilham Ardha Saputra itu sosok yang jadi Direktur Utama LPPL Radio Pesona FM Wonosobo artinya dia yang nge-pimpin stasiun radio publik lokal yang udah jadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Wonosobo, baik lewat siaran FM 92,1 maupun digitalnya. Di bawah pimpinan Ilham, Pesona FM aktif bikin kegiatan edukatif buat generasi muda, kayak ngenalin dunia broadcasting ke pelajar pas Hari Radio Nasional, dan kerja sama dengan komunitas buat ngenalin siaran dan konten yang lebih nyambung sama pendengar. Ia juga punya jiwa bisnis yang lumayan mumpuni. ini terbukti karena dia juga mengelola beberapa bisnis seperti cafe dan usaha makanan frozen food
Ilham sudah melewati periode 1 kepemimpinannya sebagai Direktur Utama, dan di periode keduanya ini ia membawa LPPL Radio Pesona FM Wonosobo tembus tiga besar nominasi KPID Jawa Tengah buat kategori kelembagaan,ini berarti tunjukin kalau kinerjanya sudah diketahui hingga di level provinsi!
Mita Rosana itu salah satu penyiar senior di Radio Pesona FM Wonosobo yang udah malang-melintang bikin suara dia familiar di telinga pendengar lokal. Dia itu lulusan Sarjana Komunikasi Penyiaran Islam dari UNSIQ Wonosobo. Mita udah lebih dari 10 tahun setia menjadi bagian dari Radio Pesona FM Wonosobo. Dia nggak cuma jadi suara di udara, tapi juga paham produksi & konten siaran.
Selain itu, Mita sering nongol di berbagai program talkshow & obrolan radio kayak Female Talks, FYI, Bersama Idola dan program berita skala nasional JDB atau Jateng Dalam Berita. Gaya siaran DIA tuh friendly, fun, tapi tetap berisi cocok banget buat pendengar yang suka info lokal dibalut vibe santai. Dia juga aktif sebagai MC kondang di Wonosobo pas acara komunitas, event kampus, dan kegiatan publik lainnya, nunjukin kalau kemampuan ngomongnya itu nggak cuma di studio tapi juga live di depan orang banyak. Jadi bisa dibilang, Mita itu influencer di Wonosobo yang namanya melambung berkat komitmen dia di dunia penyiaran dan kemampuannya di bidang komunikasi.
Bukhori atau yang biasa dipanggil dengan Oriq adalah salah satu penyiar Radio Pesona FM Wonosobo yang dikenal dengan gaya siaran ceria, santai, dan gampang akrab sama pendengar. Suaranya khas, obrolannya ngalir, dan vibes-nya selalu bikin suasana radio terasa hidup. Bukhori tipe penyiar yang enak diajak nongkrong lewat udara nggak kaku, nggak ribet, tapi tetap nyampe.
Di Pesona FM, Bukhori dipercaya membawakan beberapa program favorit kayak Obrolan Malam, Planet Rock, dan Music Story. Dari ngobrol santai nemenin malam, muterin rock yang nendang, sampai ngulik cerita di balik lagu, semuanya dibawain dengan gaya yang fun dan relate. Pokoknya, kalau denger Pesona FM dan pengen suasana asik plus musik enak, Bukhori jawabannya
Pelangi Karismakristi itu sosok yang sekarang dipercaya sebagai Direktur Program dan Produksi LPPL Radio Pesona FM Wonosobo. Perannya krusial banget karena dia yang ngatur arah program siaran, konsep konten, sampai produksi acara biar Pesona FM tetap fresh, relevan, dan nyambung sama pendengar. Ide-idenya dikenal kreatif dan rapi, jadi program radio nggak cuma sekadar mengudara, tapi juga punya karakter kuat.
Sebelumnya, Pelangi adalah lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kariernya juga cukup panjang dan beragam pernah terjun sebagai reporter di MetroTVNews.com, yang bikin insting jurnalistik dan kepekaan beritanya terasah. Nggak cuma itu, dia juga sempat berkecimpung di dunia Marketing Communication di salah satu hotel di Wonosobo, jadi paham branding, promosi, dan cara membangun citra. Kombinasi pengalaman media, jurnalistik, dan marketing inilah yang bikin Pelangi jadi sosok yang lincah, visioner, dan paham banget dunia komunikasi.
Pramono, S.Sos adalah sosok senior yang jejak hidupnya lekat banget dengan dunia birokrasi, pendidikan, dan penyiaran di Wonosobo. Lahir di Purworejo, 15 November 1953, beliau menempuh pendidikan dari Sekolah Rakyat hingga meraih Sarjana Muda Sastra dan Kebudayaan UGM serta S1 Administrasi Negara Universitas Tidar Magelang. Karier PNS-nya dimulai sejak 1980 di Bappeda Wonosobo, lalu terus naik dan dipercaya mengisi berbagai posisi penting, mulai dari urusan statistik, protokol, kehumasan, hingga menjadi Sekretaris di BAWASDA, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. Bekal kepemimpinannya juga diperkuat lewat berbagai diklat strategis seperti SEPADA, SEPALA, dan SEPAMA (Diklatpim III).
Yang bikin Pak Pramono istimewa, pengabdiannya nggak cuma di balik meja. Sejak 1976 sampai sekarang, beliau tetap aktif di dunia penyiaran. Sejak Radio ini masih berbentuk RSPD Wonosobo sampai sekarang ketika sudah menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Pesona FM Wonosobo. Ia juga pernah mengajar sebagai guru STM PEMDA atau Wiratama 45 Wonosobo selama puluhan tahun. Di dunia pendidikan, ia juga dipercaya sebagai Ketua Komite SMPN 2 Selomerto dan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Wiratama 45 Wonosobo. Atas dedikasi panjangnya sebagai ASN, beliau menerima Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI pada 2009. Kini meski berstatus pensiunan PNS, Pak Pramono tetap dikenal sebagai figur berpengalaman, konsisten, dan jadi panutan lintas generasi di Wonosobo.
Seno punya nama lengkap Tunjang Ari Suseno. Seno itu sosok penyiar yang punya karakter suara tebal dan enak banget didengerin, jadi pas banget buat program yang bener-bener ngasih vibe santai tapi tetap update. Di Pesona FM, dia dikenal banget karena jadi suara di program “Feeling Good”, yang isinya lagu-lagu kekinian dan pilihan hits buat bikin suasana harimu jadi lebih asik. Bukan cuma muter lagu doang, Tunjung punya gaya ngobrol yang friendly, ringan, dan fun, kayak ngobrol sama temen deket sambil rekomendasiin musik terkini.
Selain aktif di radio, Tunjung juga punya profesi sebagai arsitek , jadi dia bukan cuma paham soal gelombang suara dan playlist, tapi juga ngerti tentang kreativitas ruang, estetika, dan detail kerja profesional di luar dunia siaran. Gabungan antara suara tebalnya yang khas + vibe positif di udara bikin dia jadi salah satu penyiar yang gampang diingat dan enak banget buat jadi teman denger di Feeling Good , Obrolan Malam
Urip Yulianto atau yang lebih akrab dipanggil Pele, adalah salah satu penyiar Radio Pesona FM Wonosobo yang identik dengan suasana adem dan santai. Dia sering nemenin pendengar lewat program “Mimpi Indah” dan “Senandung Melayu”, yang isinya lagu-lagu enak didenger, bikin pikiran rileks, dan pas banget buat momen pengen tenang.
Cara siarannya Pele itu ngalir, nggak ribet, dan terasa dekat, kayak lagi ngobrol pelan tapi kena di hati. Musik yang dia pilih juga konsisten sama karakternya lembut, klasik, dan penuh rasa. Cocok buat pendengar yang pengen rehat sejenak dari hiruk pikuk dan nikmatin suasana radio yang hangat dan bersahabat.