1.380 Penghafal Al-Qur’an Catat Rekor MURI
Keterlibatan ribuan penghafal Al-Qur’an menjadi sorotan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Wonosobo, Kamis 22 Oktober 2026. Melalui simakan Al-Qur’an kolosal yang melibatkan 1.380 peserta dari 15 kecamatan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima penghargaan Rekor MURI untuk kategori kabupaten dengan penghafal Al-Qur’an terbanyak.
Panitia Hari Santri Kabupaten Wonosobo, Ahmad Yahya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unsiq, JQH, JMQH, serta alumni pesantren. Menurutnya, rangkaian peringatan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang pengembangan potensi santri, penguatan nilai keagamaan, dan kepedulian sosial.
Yahya menuturkan, rangkaian kegiatan telah dimulai pada 18 Oktober 2026 melalui pembukaan Liga Santri cabang mini soccer dan berbagai perlombaan, seperti Duta Santri, MHQ, MQK, nadhoman, film dokumenter atau profil pesantren, serta paduan suara. Pada 19 Oktober, panitia menggelar pelatihan bagi musrifah atau pengurus pondok putri mengenai penanganan keamanan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Ia menambahkan, kegiatan berlanjut dengan ziarah ke makam para aulia di Wonosobo dan pengukuhan Forum Koordinasi Majelis Taklim pada 20 Oktober. Sehari kemudian, agenda diisi aksi Santri Peduli Lingkungan melalui gerakan bersih-bersih area pondok dan lingkungan warga, podcast Hari Santri, serta malam tasyakuran.
Puncak peringatan pada 22 Oktober ditandai dengan simakan Al-Qur’an kolosal, upacara HSN, penyerahan penghargaan Rekor MURI, dan unjuk bakat santri cilik. Melalui rangkaian ini, ia berharap dapat memperkuat peran pesantren dalam melahirkan generasi berprestasi s