152 Pendaki Gunung Sumbing Via Gajah Mungkur Dievakuasi
Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing via Basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kecamatan Kalikajar telah dievakuasi. Kini seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup, buntut dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karhutla terjadi di Kawasan Gunung Sumbing tepatnya di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, pada Senin, 29 Oktober 2026. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 15.00 WIB di ketinggian 2.500–2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menjelaskan, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 152 pendaki yang berada di Pos 3 Gunung Sumbing via Gajah Mungkur, Lamuk, Kalikajar. Jumlah tersebut telah sesuai dengan data registrasi di basecamp. Seluruh pendaki yang telah dievakuasi dinyatakan dalam kondisi sehat.
Hingga Senin malam pukul 23.30 WIB, api belum juga padam. Namun Kapolres menekankan pada keselamatan pendaki. Maka dari itu pihaknya telah melakukan sejumlah Langkah mitigasi, termasuk menutup jalur pendakian dari berbagai basecamp.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Temanggung, Polres Magelang dan Polresta Magelang terkait penutupan jalur di wilayah hukumnya. Selain itu juga bekerja sama dengan BPBD mengirimkan 40 ranger basecamp untuk melakukan evakuasi dari Pos 3. Selanjutnya ia akan berkoordinasi dengan Polda Jateng, dengan harapan bisa dilakukan water bombing.
Selain di Basecamp Gajah Mungkur, terdapat juga pendaki dari Basecamp Garung, Butuh, Kecamatan Kalikajar. Sebanyak sembilan pendaki dan satu porter telah dievakuasi pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 02.13 dini hari. Seluruhnya pun dinyatakan dalam kondisi selamat.