Sebanyak 179 relawan terjun dalam Wonosobo Asa Cita Tahap 2. Para relawan ini turut mendorong siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Wonosobo untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Wonosobo Asa Cita Tahap 2 berlangsung pada 29 hingga 30 Januari 2026. Para relawan berasal dari berbagai kalangan seperti ASN, non ASN, guru, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Mereka terbagi di 175 dari 35 SMP di Kabupaten Wonosobo.
Salah satunya yakni Ataniya Salsabila, yang menjadi relawan di SMP Negeri 2 Mojotengah. Ia sendiri mengaku memiliki kepedulian dengan pendidikan dan ingin terjun langsung dalam pendampingan siswa. Ataniya tak ingin siswa hanya mengenyam pendidikan di SMP, tapi punya kemauan melanjutkan hingga perguruan tinggi.
Namun dia mendapati terdapat dua siswa yang enggan melanjutkan sekolah. Alasannya bukan karena faktor ekonomi, melainkan pilihan hidup menjadi seorang gamers dan pengaruh keluarga.
Hal ini membuatnya merasa prihatin. Maka dari itu, dengan adanya Asa Cita Wonosobo ini ia berharap dengan setitik motivasi dari para relawan bisa mengubah cara pandang siswa agar mau melanjutkan sekolah.
Begitu juga dengan Firnando yang menjadi relawan di SMP Negeri 1 Kejajar. Menurutnya kondisi alam yang mendukung dan ekonomi keluarga yang relatif baik membuat banyak siswa tidak menjadikan biaya sebagai masalah untuk tidak lanjut sekolah.
Justru titik masalah ada pada keluarga, yang mana salah satu siswa mengalami broken home dan minimnya motivasi. Ia bahkan telah mendapat pendampingan dari guru bimbingan konseling (BK).
Firnando menilai program Wonosobo Asa Cita efektif untuk memberi dampak awal secara cepat. Namun, ia mengingatkan bahwa pendekatan lanjutan tetap diperlukan, terutama bagi siswa dengan kondisi tertentu.
Sebelumnya Program Wonosobo Asa Cita Tahap 1 telah berlangsung pada 13 hingga 15 Januari 2026. Wonosobo Asa Cita hadir di 167 kelas pada 71 SMP dan 120 kelas di 51 MTS. Program ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Wonosobo, terbukti dengan selalu terpenuhinya kuota relawan.