Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Wonosobo menitikberatkan pada pelayanan ramah bagi jamaah, khususnya kelompok lanjut usia. Dari total 951 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan, sekitar 31 persen di antaranya merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Wonosobo, Nawawi, menjelaskan bahwa jumlah jamaah tersebut terdiri atas 890 reguler dan 61 cadangan. Ia menyebutkan, jamaah tertua berusia 92 tahun asal Kecamatan Kepil, sementara yang termuda berusia 16 tahun dari wilayah Kalianget.
Menurutnya, penyelenggaraan haji tahun ini juga menjadi momentum baru karena untuk pertama kalinya keberangkatan dilakukan melalui embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA). Seluruh jamaah Wonosobo akan tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan berangkat pada 16 Mei 2026.
Ia merinci, kloter 21 akan bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Temanggung, sementara kloter 22 menjadi kloter penuh jamaah Wonosobo sebanyak 354 orang. Selanjutnya, kloter 23 juga diberangkatkan pada hari yang sama, dan kloter 24 bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Purworejo.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menilai bahwa peningkatan kualitas penyelenggaraan haji terus dilakukan dari waktu ke waktu. Ia menekankan bahwa tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” menjadi pendekatan penting dalam memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan yang setara dan manusiawi selama menjalankan ibadah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah turut mendukung kelancaran proses keberangkatan dengan menyediakan fasilitas transportasi, membantu penanganan logistik, serta menugaskan lima petugas pendamping. Selain itu, jamaah diimbau menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta memperkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (FAZ)