Angka Kemiskinan Wonosobo Turun, Pemkab Kejar Target Satu Digit
Angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan turun dari 15,28 persen menjadi 13,34 persen atau berkurang hampir dua persen dalam satu tahun.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan capaian tersebut patut disyukuri karena menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan mulai membuahkan hasil. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah sehingga upaya percepatan penanggulangan kemiskinan harus terus dilakukan.
Bupati juga menyoroti masih meningkatnya kesenjangan ekonomi yang tercermin dari naiknya Indeks Gini Ratio menjadi 0,375. Menurutnya, pembangunan harus mampu dinikmati seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan, sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan.
Sementara itu, Ketua BPS Kabupaten Wonosobo, Aluisius Abrianta, mengungkapkan tantangan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan masyarakat, tetapi juga dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan, kualitas sanitasi, akses layanan kesehatan, hingga ketergantungan terhadap sektor pertanian. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara multidimensi.
Pemkab Wonosobo menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga mencapai satu digit. Meski tidak mudah, namun target tersebut diyakini dapat tercapai melalui penguatan kolaborasi, penggunaan data yang akurat, serta pelaksanaan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.