Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wonosobo siap menggelar kontes tingkat nasional. Wonosobo dinilai punya modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan sapi skala nasional.
Ketua APPSI Wonosobo, Ferry Atanta pada saat Konferensi Pers pada Minggu, 8 Februari mengatakan Kontes Sapi APPSI Nasional 2026 akan digelar di Wonoland pada 4 hingga 6 April mendatang. Ajang tingkat nasional ini hasil kolaborasi APPSI Wonosobo dan Koperasi Peternak Sapi Sindoro Sumbing (KPS3) Wonosobo.
Kontes Sapi APPSI Nasional 2026 akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dengan sejumlah kategori lomba. Kategori yang diperlombakan meliputi Pedet atau Baby dengan bobot 400 kilogram ke bawah, Bakalan PO, Bakalan Belgian, Bakalan Non PO, kelas P1, P2, dan P3, hingga kelas Extreme dan Sapi Unik.
Biaya pendaftaran ditetapkan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta per ekor sapi, sesuai dengan kelas yang diikuti. Peserta nantinya memperebutkan total hadiah Rp232 juta.
Dijelaskan Ferry event ini dilatarbelakangi adanya geliat populasi sapi di Wonosbo yang diiringi dengan bertambahnya kelompok tani dan munculnya peternak milenial. Kondisi ini mendorong para peternak untuk terus berupaya menghasilkan sapi berkualitas premium.
Ia menambahkan Kontes Sapi ini bertujuan untuk membangun kerja sama antara peternak, pemerintah, dan masyarakat umum. Selain itu juga menjadi ajang promosi serta pemasaran ternak sapi.
Ferry menilai Wonosobo memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan sapi skala nasional. Hal tersebut diperkuat dengan keberadaan ternak sapi berbobot lebih dari satu ton, yakni mencapai sekitar 1,3 ton, yang menjadikannya salah satu yang terberat di Indonesia.
Ferry berharap kontes ini mampu memberikan apresiasi dan motivasi kepada para peternak yang secara konsisten meningkatkan kualitas ternaknya.