Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Bank Sampah PKK RW 9 Krakal Dawung Kertek Ubah Limbah Platik Jadi Roster Ramah Lingkungan

Selasa, 23 September 2025
Dilihat 2 kali
Bank Sampah PKK RW 9 Krakal Dawung Kertek Ubah Limbah Platik Jadi Roster Ramah Lingkungan

Sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (Fastikom) Universitas Sains Al Quran (UNSIQ) menginisiasi pelatihan pembuatan roaster (vent block) ramah lingkungan, di Kelompok Bank Sampah PKK RW 9 Krakal Dawung, Kecamatan Kertek.  

Ketua Pelaksana Adinda Septi Hendriani sekaligus dosen UNSIQ mengatakan, pelatihan tersebut merupakan inovasi dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Diawali dengan sosialisasi pada 30 Agustus lalu, dan dilanjutkan selama bulan September 2025.

Adinda menambahkan, pendampingan difokuskan pada hilirisasi sampah plastik rumah tangga, menjadi bangunan estetis bernilai jual. Tak hanya itu saja, melainkan juga memperkuat peran ekonomi keluarga dan menjaga kelestarian lingkungan yang menggabungkan reduse, reuse, recycle atau 3R.

"Kami juga melakukan pelatihan teknis produksi, manajemen usaha sederhana hingga pemasaran digital. Sehingga warga memiliki kompetensi untuk mengolah plastik, memilah, mencuci, mencacah, mencetak dan finishing hingga menjadi roster. Nantinya roster ini siap dipasang sebagai elemen fasad, partisi atau dinding berpori yang memainkan cahaya serta ventilasi alami," papar Adinda.

Lebih lanjut Adinda menilai, selama ini bank sampah hanya berfokus pada skema tabungan berbasis berat yang ditukar insentif. Dengan inovasi ini, pihaknya ingin menggeser paradigma yakni sampah plastik diolah menjadi material bangunan. 

"Nilai ekonomi plastik meningkat karena berubah dari limbah berbiaya penanganan menjadi produk fungsional. Pendekatan ini juga diharapkan bisa mendukung ekonomi, mengurangi beban TPA dan mendorong budaya produksi bersih di tingkat rumah tangga," imbuhnya.

Lebih jauh, Adinda menjelaskan program ini juga mencakup pelatihan teknis untuk memproduksi roster dari tahapan awal hingga pengemasan. Peserta juga diberi pembekalan manajemen usaha sederhana, menentukan harga jual serta strategi pemasasaran yang efektif. 

"Pelatihan tersebut juga relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 atau kota dan permukiman berkelanjutan yang menekankan pentingnya pengelolaan SDA. Selain itu juga SDGs 12 atau konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, yakni mendorong konsumsi dan produksi efisien serta mengurangi limbah," pungkas Adinda.