Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan zakat kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo pada Rabu, 7 Januari 2026. Pentasyarufan tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan sembako dan perlengkapan kesehatan sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa pemulung memiliki peran penting dalam membantu proses pemilahan sampah, sehingga turut mengurangi beban pengelolaan sampah di TPA. Atas dasar itu, pemerintah daerah memandang perlu adanya perhatian khusus melalui penyaluran zakat yang dikelola Baznas, baik sebagai bentuk apresiasi maupun dukungan terhadap kesejahteraan mereka.
Selain aspek sosial, Pemkab Wonosobo juga menaruh perhatian pada risiko kesehatan yang dihadapi para pemulung dalam aktivitas sehari-hari. Melalui kolaborasi dengan Baznas, penyaluran zakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung upaya perlindungan kesehatan para penerima manfaat.
Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo Priyo Purwanto menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Wonosobo yang dihimpun dan disalurkan melalui program Wonosobo Sehat. Penyaluran kepada pemulung TPA Wonorejo dilakukan secara terencana dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan, serta menjadi bagian dari agenda rutin Baznas.
Baznas menegaskan bahwa pentasyarufan zakat diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya pekerja sektor informal yang memiliki tingkat kerentanan ekonomi dan kesehatan yang tinggi.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara Pemkab Wonosobo dan Baznas diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih manusiawi dengan tetap memperhatikan kesejahteraan para pelaku di lapangan. (FAZ)