Sekitar 304 mustahik menerima bantuan zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonosobo. Zakat yang terkumpul dari Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut disalurkan kepada petugas kebersihan dan komunitas buruh gendong.
Ketua Baznas Wonosono, Priyo Purwanto menyampaikan, Pentasyarufan zakat diserahkan pada 13 dan 14 April 2023 di Pendopo Bupati Wonosobo. Priyo mengungkapkan, zakat diperuntukan bagi 183 tenaga kebersihan jalan dan taman yang di koordinir Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan untuk komunitas mbok gendong dan buruh panggul kurang lebih 102 dan 19 tenaga kebersihan.
Dia menambahkan, untuk pentasyarufan tahap ini masing-masing mustahik menerima paket sembako senilai Rp100 ribu, dengan total nominal kurang lebih Rp3 juta. Priyo menuturkan, pihaknya telah menentukan jadwal 3 bulan sekali, akan tetapi yang darurat seperti bencana maka akan langsung ditangani.
Menurutnya, tahun 2022 dana zakat terkumpul Rp 2,5 miliyar dan tahun 2023 ditargetkan terkumpul Rp 3,5 miliyar. Pada tahun ini, pihaknya mengutamakan untuk bantuan produktif seperti pelatihan, membantu permodalan dan pendampingan , bantuan pendidikan serta bantuan bencana darurat.
.jpeg)
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Wonosobo, Muhammad Said, berharap agar membayar zakat bisa menjadi budaya bagi para SN karena dari potensi zakat itu dapat digunakan sesuai kebutuhan produktifitas masyarakat, seperti penaggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan serta hal-hal yang menyangkut kesejahteraan umat.
Said juga meminta, agar penerima bantuan konsumtif dan bantuan bagi pengusaha kecil produktif dapat tepat sasaran, sehingga apa yang diharapkan pemerintah daerah untuk mengurangi angka kemiskinan bisa terealisasi.