Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar prosesi Bedhol Kedhaton sehari menjelang Hut ke 201. Tradisi tersebut berlangsung lancar dan penuh khidmat.
Bedhol Kedhaton berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026 di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto. Prosesi tersebut diikuti langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama dengan jajaran Forkopimda.
Kepala Disparbud Wonosobo Fahmi Hidayat menjelaskan, Bedhol Kedhaton merupakan representasi perpindahan kekuasaan pemerintahan yang semula terletak di Desa Plobangan, menuju pusat pemerintahan saat ini. Rangkaian Bedhol Kedhaton dimulai dari pengambilan air suci dari Tuk Sampang diteruskan dengan ziarah makam Ki Ageng Wanasaba.
Pada saat ziarah juga sekaligus dilakukan pengambilan tanah atau Siti Bantala di samping makam. Air dan tanah tersebut akan dibawa dan diserahkan kepada Bupati Wonosobo pada malam harinya saat prosesi Tapa Bisu.
Pada saat yang sama, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memaknai Bedhol Kedhaton lebih dari sekedar seremoni. Melainkan juga lambang perpindahan pusat pemerintahan serta memperlihatkan perubahan yang terus maju.
Bedhol Kedhaton merupakan prosesi adat yang mempersatukan masyarakat dan meningkatkan gotong royong warga. Hal ini tentu selaras dengan tema hut tahun ini yakni Nyawiji Makarti Wonosobo Lohjinawi.
Lebih dari itu, Bedhol Kedhaton juga dimaknai sebagai sarana yang merekatkan pemerintah dengan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersatu menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang.