Sebanyak 19 perempuan kepala keluarga di Wonosobo baru saja merayakan kelulusan mereka dalam upacara wisuda Akademi Paradikta Indonesia (API). Para wisudawati ini, yang merupakan angkatan keempat, berasal dari empat wilayah: Desa Sukorejo, Desa Blederan, Desa Bumirejo, dan Kelurahan Kalibeber.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pekka (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga), sebuah inisiatif yang berfokus memberdayakan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Di Wonosobo sendiri, program ini telah berjalan sejak tahun 2022, dimulai dengan fokus pada wilayah Mojotengah yang termasuk kategori miskin ekstrem.
Koordinator Wilayah Pekka Wonosobo, Yulihanah, menjelaskan bahwa kriteria peserta utama program ini adalah perempuan kepala keluarga. Kriteria ini mencakup ibu-ibu yang tidak bersuami karena cerai mati, cerai hidup, ditinggal suami, atau suami yang sakit-sakitan menahun sehingga harus menjadi tulang punggung keluarga. Meskipun demikian, terdapat pula peserta yang belum bersuami namun mengemban peran sebagai tulang punggung keluarga.
Yulihanah menjelaskan dalam masa pendidikan tersebut, peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk diskusi kampung dan Forum Pengembangan Kapasitas (FPK).
Setelah diwisuda, para alumni akan membentuk kelompok wirausaha di desa masing-masing. Fokus utama mereka adalah menciptakan produk yang berbasis lokal. Contoh produk yang berhasil dikembangkan di wilayah Mojosari dan Deroduwur antara lain keripik debok pisang yang memanfaatkan pelepah daun pisang yang tidak terpakai dan keripik cabai.
Pembentukan kelompok wirausaha ini merupakan langkah konkret Pekka untuk memastikan bahwa para perempuan yang telah lulus dapat segera menerapkan kemampuan kewirausahaan mereka dan menjadi motor penggerak ekonomi di komunitas masing-masing. Saat ini, Pekka Wonosobo masih beroperasi terbatas di Kecamatan Mojotengah dan belum melakukan perluasan ke kecamatan lain. (FAZ)