Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

BPBD WONOSOBO TINGKATKAN KEWASPADAAN TANAH BERGERAK DAN LONGSOR DI KALIWIRO-SUKOHARJO

Jumat, 28 November 2025
Dilihat 15 kali

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo meningkatkan kewaspadaan setelah sejumlah wilayah memperlihatkan tanda-tanda aktivitas tanah bergerak dan meningkatnya kerentanan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, mengatakan bahwa Wonosobo memiliki beragam ancaman bencana dengan karakteristik berbeda di setiap kecamatan, mulai dari angin kencang, banjir, gas beracun, hingga longsor.

Beberapa wilayah yang menjadi fokus utama BPBD saat ini adalah Kecamatan Kaliwiro dan Sukoharjo. Hasil survei lapangan menunjukkan lebih dari 20 rumah telah mengalami keretakan akibat pergerakan tanah. Meski sebagian bangunan dinilai tidak layak huni, sejumlah warga masih memilih bertahan.

Meski demikian BPBD belum mengeluarkan instruksi evakuasi massal, namun warga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras. Jika hujan turun lebih dari dua jam, masyarakat diminta mengungsi mandiri ke rumah keluarga terdekat.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD menyiapkan opsi pembangunan rumah kayu sebagai contoh hunian yang lebih aman di daerah rentan tanah bergerak. Struktur kayu dinilai lebih lentur dan mampu menyesuaikan diri terhadap pergeseran tanah dibandingkan bangunan beton.

Untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, BPBD Wonosobo telah mengirim laporan resmi kepada Badan Geologi di Bandung. Hasil kajian ilmiah dari lembaga tersebut akan menjadi dasar penetapan status kebencanaan di daerah terdampak.

Ia menambahkan, bencana skala kecil hingga sedang kerap terjadi di Wonosobo hampir setiap bulan. Wilayah seperti Kepil, Kalikajar, dan Kertek sering dilanda angin kencang, sementara Kejajar, Kaliwiro, dan Watumalang menjadi titik rawan tanah longsor.

Dengan kondisi tanah yang labil dan intensitas hujan yang tidak menentu, Sumekto menegaskan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Upaya sosialisasi terkait tanda-tanda pergerakan tanah dan langkah penyelamatan diri akan terus digencarkan untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban. (FAZ)