BPR BKK Wonosobo Dorong Budaya Menabung dan Penguatan UMKM Lewat Gebyar Tamades 2026
PT BPR BKK Wonosobo (Perseroda) terus memperkuat perannya dalam perekonomian daerah melalui perluasan akses layanan perbankan, penyaluran kredit, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Gebyar Undian Tabungan Tamades dan Deposito 2026 di Sasana Adipura Kencana, Wonosobo pada Minggu, 20 September 2026.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa keberadaan BPR BKK Wonosobo penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Dengan jaringan kantor yang tersebar di sejumlah kecamatan, BPR BKK diharapkan dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong masyarakat membangun budaya menabung dan memahami pengelolaan keuangan.
Pj Sekda Wonosobo Mohamad Kristijadi menyebut kinerja BPR BKK Wonosobo menunjukkan perkembangan positif. Penempatan dana masyarakat dan penyaluran kredit tercatat mencapai Rp233,7 miliar, tabungan Rp122,2 miliar, deposito Rp84 miliar, serta laba berjalan Rp4,5 miliar. Sementara itu, penyaluran kredit untuk sektor UMKM mencapai 64,18 persen. Ia mendorong penguatan peran tersebut melalui penyaluran KUR Daerah 2026, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan zero fraud.
Direktur Utama PT BPR BKK Wonosobo Darsono mengatakan Gebyar Tamades menjadi bentuk apresiasi kepada nasabah sekaligus sarana mendekatkan perbankan dengan masyarakat. Tahun ini, undian diikuti 15.981 rekening dengan total saldo Rp149,63 miliar, dengan hadiah utama satu unit mobil Ayla, sembilan sepeda motor Revo, serta berbagai hadiah lainnya. Kegiatan juga dikemas melalui fun walk yang diikuti lebih dari 3.000 peserta dan penyediaan 3.000 porsi mi ayam gratis dengan melibatkan pelaku UMKM kuliner.
Selain memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berjualan, BPR BKK Wonosobo juga memfasilitasi pedagang mi ayam dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. BPR BKK turut menyalurkan CSR pendidikan senilai Rp47 juta bagi pelajar jenjang TK hingga SMK. Menurut Darsono, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya agar masyarakat dapat tumbuh bersama BPR BKK, baik melalui akses permodalan maupun penguatan usaha.
Gebyar Tamades 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai produk perbankan serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman dari rentenir. Darsono berharap masyarakat semakin mengenal BPR BKK sebagai bank perekonomian rakyat milik pemerintah daerah. Di tengah rencana integrasi BPR BKK di Jawa Tengah sesuai regulasi OJK, BPR BKK Wonosobo dijadwalkan bergabung dalam proses merger menjadi BPR BKK Jawa Tengah mulai tahun depan. (FAZ)