Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo menggelar sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di sepanjang jalur pariwisata Dieng pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha, memahami pelaksanaan sensus dan dapat mempersiapkan kebutuhan data sejak dini.
Para karyawan BPS Wonosobo turun langsung ke lokasi-lokasi usaha di kawasan pariwisata, mulai dari kedai makan, penginapan, toko oleh-oleh hingga jasa transportasi. Mereka membagikan leaflet berisi informasi mengenai tahapan sensus, jenis data yang dibutuhkan, serta manfaat sensus bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Kepala BPS Wonosobo, Mustakim, menjelaskan bahwa pemilihan jalur pariwisata sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Kawasan Dieng merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha berada di jalur ini, sehingga penting untuk memastikan mereka mendapat informasi secara langsung dan jelas.
Mustakim menegaskan bahwa Sensus Ekonomi akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026. Sensus ini bertujuan menyediakan data yang komprehensif mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, serta potensi ekonomi lingkungan di Indonesia.
Lebih lanjut ia menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan kawasan wisata, dan penguatan ekonomi digital.
Melalui sosialisasi ini, Ia berharap informasi mengenai Sensus Ekonomi 2026 dapat tersebar lebih luas, sehingga pelaku usaha di kawasan Dieng dan wilayah lainnya siap memberikan data secara lengkap dan akurat saat proses pendataan berlangsung tahun depan. (FAZ)