Puluhan remaja pelaku perang sarung diamankan Polres Wonosobo. Perang sarung tidak hanya menimbulkan keresahan, namun juga berpotensi mencederai satu sama lain.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan. Pihaknya mewanti-wanti jajaran untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang timbul selama Ramadan. Tercatat 11 remaja berhasil diamankan di jembatan Siantap, 9 remaja di Kertek dan 9 remaja lain di Kecamatan Kejajar.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan warga, pada Jumat 24 Maret 2023 sekitar pukul 22.00 WIB di jembatan Siantap Wonosobo telah terjadi perang sarung antara 2 kelompok yang masing-masing terdiri dari sekitar 20 orang. Menurutnya, perang sarung terjadi karena adanya tantangan melalui chat pribadi melalui Whatsapp.
Para remaja yang melakukan perang sarung diketahui masih duduk di bangku SMP dan SMA. Usia para pelaku juga beragam, mulai dari remaja 14 tahun hingga 19 tahun. Dari penelusuran Satsamapta, pihaknya mendapat informasi terdapat 1 orang yang sampai dirawat di RSU Setjonegoro Wonosobo karena terkena sabetan sarung di matanya.
AKBP Eko Novan menekankan bahwa seluruh pengamaman kegiatan masyarakat selama Ramadan harus dilakukan dengan ekstra. Sebagai langkah antisipasi, Polres Wonosobo akan terus menggelar patroli pada malam hari hingga jelang sahur di titik rawan tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya.
Selain itu Polres Wonosobo juga memberikan himbauan melalui media sosial secara massif untuk menghindari kejadian terulang lagi. Dirinya menghimbau kepada para orang tua agar mengawasi anak-anak agar tidak melakukan tindakan serupa.