Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

BUKU DIENG SEBELUM MATAHARI TERBIT, BUKA CAKRAWALA PANDANG BERBEDA TENTANG DIENG

Kamis, 09 Maret 2023
Dilihat 14 kali
BUKU DIENG SEBELUM MATAHARI TERBIT, BUKA CAKRAWALA PANDANG BERBEDA TENTANG DIENG


Selama ini Dieng menjadi surga bagi wisatawan lokal maupun manca. Pesona alam dan udara yang sejuk menjadi daya tarik turus untuk berkunjung berulang kali. Dieng dengan segala pesona dan potensinya tersebut mendorong segelintir pemuda Wonosobo mencoba melihat Dieng dari sudut pandang yang berbeda. 


Berangkat dari satu pelatihan menulis, sembilan pemuda Wonosobo melahirkan satu buah buku berjudul Dieng Sebelum Matahari Terbit. Dalam buku ini, penulis memberikan gambaran Dieng yang tidak pernah ditulis dalam sumber literatur lainnya. Ada 9 judul dari 9 penulis yang semuanya merupakan pemuda yang peduli dengan Dieng. Salah satu penulis, Agas Nugroho bercerita bagaimana seorang Agas kecil melihat Dieng yang memesona. Agas kecil kemudian tumbuh dewasa dan melihat kenyatan Dieng yang memesona dalam wujud yang berbeda.


Dalam tulisan ini Agas menyampaikan kesanksian bagaimana Dieng akan terus ada sampai puluhan tahun mendatang. Ia kemudian menyayangkan wisata Dieng ditata hanya mengikuti tren yang ada. Agas membayangkan jika Dieng ditata layaknya objek wisata Eropa yang tetap mempertahankan keindahan tanpa perlu banyak pernak-pernik di dalamnya. 


Sementara itu penulis yang lain, Fuad Khasbiantoro memberikan cerita menarik tentang satu-satunya petani kentang berambut Gimbal. Cerita yang ditulisnya akan memberikan pembaca pengetahuan mengenai tanaman khas dataran tinggi Dieng yakni kentang dan carica. Fuad mengaku lewat tulisannya ia ingin menyampaikan harapan kedepan mengenai Dieng yang lebaih baik. 


Selain dua tulisan tersebut, ada penulis lain yang berimajinasi tentang Dieng. Mereka menumpahkan masa depan Dieng dalam sebuah cerita sederhana seperti Andai Dieng Tidak Ditinggali Manusia yang ditulis Shinta Dewi dan Sebab Kita Semua Membuang Sampah di Sungai yang ditulis Jourdan Abdullah. Keduanya sama-sama berpendapat bahwa kelestarian alam Dieng harus tetap dijaga. Pembaca akan menemukan Dieng dari sudut pandang yang berbeda lewat buku Dieng Sebelum Matahari Terbit.