Rapat Koordinasi Akhir Tahun Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 10 Desember 2025 menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pembangunan daerah. Di hadapan jajaran OPD, camat, dan perangkat daerah, Bupati Afif Nurhidayat menyoroti beberapa hal yang dinilai masih membutuhkan langkah lebih agresif.
Salah satu perhatian utama adalah efektivitas serapan anggaran tahun 2025. Afif meminta seluruh OPD mengoptimalkan realisasi belanja tidak hanya berfokus pada pos perjalanan dinas atau operasional.
Selain penggunaan anggaran, capaian pendapatan dari sektor pajak daerah ikut menjadi sorotan. Afif mengapresiasi wilayah yang sudah mencapai 100 persen, namun mengingatkan perlunya mendorong capaian itu benar-benar mencerminkan partisipasi masyarakat. Ia meminta adanya diskusi khusus untuk memetakan kendala desa, mulai dari potensi rendahnya kepercayaan warga hingga karakter wilayah yang berbeda-beda.
Dalam sektor pembangunan manusia, Bupati menyoroti meski IPM naik dari 69,04 (2020) menjadi 71,50 (2025) dan angka kemiskinan turun dari 17,67 persen (2021) menjadi 13,34 persen (2025), posisi Wonosobo masih berada di peringkat bawah Jawa Tengah.
Rakor juga menyoroti percepatan program strategis 2026, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Afif mengingatkan agar usulan lokasi tidak diajukan terburu-buru tanpa inventarisasi aset.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan infrastruktur yang signifikan. Jumlah SPPG yang terbangun meningkat dari 78 menjadi 125 titik, dengan 37 di antaranya sudah beroperasi.
Pada sisi kebencanaan, Bupati meminta BPBD, DPUPR, dan dinas terkait mempercepat pendataan kerusakan di berbagai titik agar penanganan dapat masuk prioritas tahun 2026. Upaya percepatan lelang proyek juga diminta dipersiapkan sejak awal untuk menghindari penumpukan di akhir tahun.
Menutup rakor, Afif menegaskan 2026 harus menjadi tahun percepatan berbagai program strategis. (FAZ)