Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan deteksi dini dan pengobatan. Langkah ini disampaikan dalam peringatan Hari TBC Sedunia 2026 oleh Kepala Dinas Kesehatan, Jaelan beberapa waktu lalu di Pendopo Bupati.
Hingga April 2026, Dinas Kesehatan mencatat telah menjaring 3.022 orang terduga TBC atau sekitar 25,79 persen dari target 11.716 orang. Penemuan kasus secara aktif disebut terus dilakukan agar penderita dapat segera memperoleh penanganan.
Cakupan pengobatan TBC sensitif obat tercatat mencapai 23,68 persen atau 571 kasus dari estimasi 2.411 kasus. Sementara itu, keberhasilan pengobatan TBC resisten obat dilaporkan mencapai 92,31 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Namun demikian, capaian terapi pencegahan TBC masih rendah, yakni 5,36 persen dari target 72 persen.
Jaelan menyebut telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk meningkatkan penemuan kasus, memastikan pengobatan hingga tuntas, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan dengan pemanfaatan data yang lebih optimal. Salah satu rencana yang akan dikembangkan adalah pembentukan program "Sekolah Peduli TBC" guna meningkatkan kesadaran sejak dini di lingkungan pendidikan. (FAZ)