Capaian penerima Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2025 berhasil melampaui target nasional. Dari target sebesar 36 persen, realisasi di Wonosobo mencapai 39,2 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat serta efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program. Ia menilai hasil ini menjadi modal penting untuk pengembangan program di tahun 2026.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai pendekatan yang dilakukan, termasuk keterlibatan puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya yang aktif menjangkau masyarakat. Pendekatan jemput bola dinilai mampu meningkatkan jumlah penerima layanan secara signifikan.
Jaelan menjelaskan, pengalaman pelaksanaan di tahun sebelumnya juga memberikan pembelajaran penting. Ia menyebut bahwa sebagian kecil intervensi mampu memberikan dampak besar, sehingga strategi tersebut akan diadaptasi dan dikembangkan untuk pelaksanaan CKG tahun 2026.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan juga menunjukkan sejumlah masalah kesehatan yang masih dominan di masyarakat, seperti hipertensi dan prehipertensi, diabetes, obesitas, serta rendahnya aktivitas fisik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius seperti gagal ginjal, stroke, dan jantung.
Ia menegaskan bahwa Program CKG menjadi salah satu upaya unggulan dalam memperkuat layanan kesehatan dasar berbasis pencegahan faktor risiko. Oleh karena itu, program ini akan terus diperluas dan ditingkatkan kualitasnya.
Untuk tahun 2026, Dinas Kesehatan Wonosobo berencana menghadirkan berbagai inovasi, di antaranya membuka akses layanan berbasis permintaan dari kelompok masyarakat, melibatkan rumah sakit, serta menggandeng sembilan klinik pratama guna memperluas jangkauan layanan CKG. (FAZ)