Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat capaian penanganan sampah di Wonosobo melampaui target nasional. Berbagai upaya terus dilakukan agar Wonosobo semakin kuat dalam pengelolaan sampah.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala DLH Endang Lisdyaningsih pada saat Sarasehan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup pada Selasa, 17 Juni 2025 di Pendopo Bupati. Endang mengatakan, tingkat penanganan sampah di Wonosobo telah mencapai 35,73 persen.
Sementara tingkat pengurangan sampah mencapai 15,27 persen. Hal tersebut menurut Endang telah melampaui target nasional pengurangan sampah, yakni sekitar 30 persen yang ditetapkan untuk tahun 2025.
Pada kesempatan tersebut Endang juga menyinggung kondisi sampah di Wonosobo. Menurutnya, saat ini timbunan residu yang masuk ke TPA Wonorejo berkisar 130 ton perhari. Sedangkan 60 hingga 70 persennya yakni berupa sampah organik.
Melihat hal ini, pihaknya berupaya terus melakukan pengelolaan sampah. Dijelaskan Endang, salah satunya yakni melalui kerja sama dengan Semen Indonesia (SBI) untuk mengolah sampah plastik menjadi refuse-derived fuel (RDF) yang bisa digunakan untuk pengganti batu bara.
Selain itu pihaknya juga terus berupaya melakukan pengurangan sampah dari hulu ke hilir dengan bank sampah di berbagai elemen. Bank sampah diharapkan bisa mengurangi sampah sebelum masuk ke TPA. Saat ini, menurutnya Wonosobo memiliki 400 lebih bank sampah, yang akan terus diedukasi dan ke depan akan dilakukan pendataan ulang.