Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Wonosobo dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan diskusi bagi generasi muda tentang arah pembangunan daerah. Melalui kegiatan Dialog Kepemudaan bertema “Arah Kebijakan Pembangunan Kepemudaan”, generasi muda diajak memahami isi dan tujuan RPJMD Kabupaten Wonosobo 2025–2029, serta bagaimana kebijakan tersebut berkaitan dengan peran pemuda dalam mendorong kemajuan daerah.
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Wonosobo pada Selasa 28 Oktober 2025 ini diikuti oleh berbagai organisasi kepemudaan, seperti KNPI, GP Ansor, Banser, KOKAM, PDPM, Fatayat dan organisasi lainnya. Diskusi tersebut, membahas beragam isu mulai dari ketimpangan ekonomi, peluang pariwisata, hingga partisipasi pemuda dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo, Musofa menyampaikan, pemuda perlu memahami arah kebijakan pembangunan agar dapat terlibat aktif dalam mendorong perubahan di Kabupaten Wonosobo. Ia menilai, kemampuan pemuda membaca situasi ekonomi dan sosial di daerahnya akan menjadi bekal penting untuk melahirkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu peserta, Nayunda mengungkapkan, dialog ini membuka pandangan baru tentang bagaimana kebijakan daerah dibuat dan dijalankan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting agar pemuda tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memahami data dan arah kebijakan pembangunan.
Nayunda berharap, melalui kegiatan ini, kedepan partisipasi generasi muda bisa lebih terarah dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Wonosobo.