Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Dieng Jeep Federasi Tegaskan Tanggung Jawab pada Korban Kecelakaan di Menjer

Sabtu, 04 Juli 2026
Dilihat 7 kali
Dieng Jeep Federasi Tegaskan Tanggung Jawab pada Korban Kecelakaan di Menjer

Dieng Jeep Federasi (DJF) menegaskan tanggung jawab penuhnya terhadap korban tabrakan antara jip wisata dan motor di Menjer belum lama ini. Insiden tersebut disebabkan oleh kelalaian sopir yang mengantuk saat melakukan trip bersama beberapa penumpang.  

Ketua DJF Sucipto atau yang karib disapa Kakek itu menyampaikan rasa prihatin dan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat menjer atas kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan akan mengambil langkah pembinaan agar peristiwa serupa tidak terulang Kembali. 

Sucipto menilai dari rekaman CCTV kecelakaan tersebut termasuk dalam kelalaian fatal. Sopir jip yang mengendarai kendaraan milik kakaknya dalam kondisi mengantuk usai mengantar wisatawan dari Swiin Van Java. Selain itu, di hari tersebut padat jadwal trip sehingga membuat pengendara kelelahan. Dikatakan Sucipto pihaknya bahkan berkali-kali memastikan penyebab sopir melakukan kelalaian, akan tetapi jawabannya tetap sama yakni mengantuk. 

Ia menegaskan bahwa federasi dan sopir jip tersebut tidak akan lari dari tanggung jawab. Kesepakatan damai dan pertanggungjawaban antara pihak pelaku dan korban telah dicatat secara resmi di atas kertas bermaterai. Pihaknya menanggung seluruh biaya pengobatan korban di rumah sakit, ganti rugi material yakni memperbaiki kerusakan sepeda motor dan memberikan kebijakan toleransi berupa bantuan kepada keluarga korban selama ia belum bisa aktif bekerja akibat cedera. 

Lebih dari itu, federasi akan segera menerapkan standarisasi dan sanksi yang lebih ketat bagi para anggotanya. Sucipto mengatakan ke depan ia akan memperketat aturan operasional, di antaranya sopir yang baru bergabung tak diperbolehkan langsung membawa wisatawan, penertiban kepemilikan SIM hingga memantau durasi dan intensitas kerja sopir guna mencegah kelelahan ekstrim. 

Menanggapi rencana Pemerintah Daerah terkait penerbitan Peraturan Daerah (Perda) yang akan mengatur regulasi jip pariwisata, Sujipto menyatakan bahwa pihak komunitas akan bersikap kooperatif. Selama aturan tersebut disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu memberatkan para pelaku usaha, federasi siap mematuhi hukum yang berlaku demi keselamatan bersama.