Literasi dimaknai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu dalam membaca dan menulis, namun juga berkaitan dengan menganalisa dan mengolah informasi sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan kecakapan guna meningkatkan taraf kehidupan. Hal itulah yang menjadi dasar betapa pentingnya literasi terutama pada masa perkembangan teknologi dan pergerakan informasi yang cepat ini, sehingga pada Senin, 6 Maret 2023 Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (ARPUSDA) Kabupaten Wonosobo mengadakan Festival Literasi 2.0.
Berdasarkan laporan penyelenggara kegiatan, Amir Nurhakim, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, meningkatkan kesadaran betapa pentingnya kearsipan, serta meningkatkan kreatifitas masyarakat lewat lomba-lomba yang diadakan seperti lomba cipta menu murah dan stunting anti stunting, lomba foto tempat ibadah, lomba video kearsipan desa, serta lomba mewarnai Tk/Paud. Festival literasi sendiri akan berlangsung hingga 11 Maret 2023 mendatang.
Festival literasi juga mengadakan kegiatan lain seperti bazar buku yang sudah berlangsung sejak 27 Februari lalu, dan menghadirkan stand-stand berbagai UMKM, festifal demo kuliner, bedah buku, donor darah. Pada malam puncak tanggal 11 Maret mendatang, akan diadakan ARPUSDA Bersholawat yang dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada insan-insan yang berkontribusi dalam dunia perpustakaan dan juga literasi yang ada di Kabupaten Wonosobo.
Sementara itu, Kepala Dinas ARPUSDA Kabupaten Wonosobo, Musofa, menyampaikan bahwa literasi tidak hanya menjadi tugas dinas kearsipan namun tugas bersama. Sehingga dengan adanya kegiatan tersebut bisa menstimulasi masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap literasi.
Musofa berharap, kepedulian terhadap arsip nantinya benar terwujud, karena di Kabupaten Wonosobo sendiri harus perlu ditingkatkan. Selain itu, masyarakat bisa datang melihat rangkaian festival literasi agar mengetahui proses-proses apa saja yang dilakukan oleh ARPUSDA sehingga kesadaran literasi dan minat membaca akan meningkat.