Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

HADI TARYONO, PENJUAL PISAU KELILING BERHASIL NAIK HAJI USAI MENABUNG 30 TAHUN

Sabtu, 17 Mei 2025
Dilihat 3 kali

Raut wajah Hadi Taryono, 74 tahun, tampak berbinar ketika merapikan isi koper untuk berangkat naik haji. Penjual pisau keliling ini akhirnya mewujudkan mimpinya ke Tanah Suci setelah menabung 30 tahun.

Satu demi satu pakaian ikhramnya diletakkan ke dalam koper. Siang itu, Hadi baru menerima koper dari Kantor Kemenag Wonosobo. Dengan riang, ia membuka satu persatu paket koper itu. Di dalamnya terdapat koper besar, koper kecil, buku manasik, tas paspor, selempang identitas dan lainnya. 

Sementara sang istri turut memastikan tak ada barang yang terlewat. Sebab koper tersebut harus segera dikembalikan lagi ke Kantor Kemenag, untuk nantinya lebih dulu diterbangkan ke Saudi. 

Hadi, adalah seorang penjual pisau keliling. Biasanya ia menjajakan pisau dapur, pencong dan arit. Selain di Wonosobo, ia juga menjual dagangannya ke Temanggung dan Banjarnegara. 

Sebelumnya Hadi pernah menjadi tukang cuci bus antar kota di Jakarta dengan bayaran Rp10 ribu per bus. Untuk mencari penghasilan tambahan, Hadi dan istrinya juga menjual rongsok yang dipungut dari dalam bus. Beberapa tahun kemudian, ia memutuskan pulang ke kediamannya di Desa Sojokerto, RT 1 RW 10 Kecamatan Leksono.

Kakek dari 16 cucu ini mengatakan, naik haji merupakan mimpinya dari kecil. Selama 30 tahun, yakni sejak 1995, ia mulai menabung dari hasil jualannya. Nilainya tak tentu, bisa Rp10 ribu atau Rp20 ribu tergantung dari hasil yang didapatnya. Jika dagangan sepi, ia tak bisa menabung sepeserpun. 

Sejak subuh, ia menata dagangannya dengan nampan plastik kecil dan tas anyaman. Hadi akan kembali ke rumah ketika menjelang senja. Di usianya yang sudah renta, tak jarang Hadi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pembeli. Pernah dua kali ada pembeli yang membayar dagangan Hadi dengan uang palsu.

Berbekal dengan keyakinan dan niat dalam hati, Hadi berhasil mengumpulkan uang untuk mendaftar haji pada Oktober 2012. Sedianya ia berangkat pada 2023, namun karena pandemi, Hadi harus bersabar dua tahun lagi untuk menggapai mimpinya melaksanakan rukun islam kelima. 

Tak hanya Hadi, sang istri bersama anak hingga buyutnya begitu bahagia dengan keberangkatannya ke Tanah Suci. Ka'bah rasanya sudah berada di depan mata bagi Hadi. Penantiannya selama 13 tahun akan terbayar. Ia akan turut keberangkatan haji di kloter 87 dan bertolak pada 26 Mei mendatang. Diselimuti rasa haru, Hadi tak berhenti bersyukur. Dia terus mengagungkan nama Tuhan sebagai pemilik semesta alam.