Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

IMPLEMENTASI KONGRES KEBUDAYAAN RUMUSKAN STRATEGI BARU PELESTARIAN BUDAYA JAWA

Selasa, 18 November 2025
Dilihat 2 kali
IMPLEMENTASI KONGRES KEBUDAYAAN RUMUSKAN STRATEGI BARU PELESTARIAN BUDAYA JAWA

Sekitar 50 guru dari jenjang SMP hingga SMA merumuskan langkah pelestarian budaya Jawa yang lebih adaptif melalui kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III yang digelar di Pendopo Bupati Wonosobo pada Senin 17 November 2025. Acara ini menjadi tindak lanjut dari arahan kongres tingkat provinsi yang menekankan pentingnya penguatan bahasa, sastra, dan aksara Jawa dalam konteks pendidikan modern.

Ketua MGMP Bahasa Jawa SMA Wonosobo, Triana Kanthi Wati menyampaikan, kegiatan ini sebagai ruang diskusi strategis bagi para guru yang setiap hari berinteraksi langsung dengan siswa. Ia menyampaikan, peserta memperoleh banyak rekomendasi baru terkait pengembangan budaya Jawa, termasuk cara membuat pembelajaran lebih menarik bagi generasi muda. 

Sb : Triana

Dalam sambutan Bupati Wonosobo yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa menuturkan, perubahan pola belajar dan perkembangan teknologi menuntut pendekatan budaya yang lebih inklusif dan kreatif. Menurutnya, guru berada pada posisi penting untuk menanamkan nilai budaya melalui metode pembelajaran yang relevan dengan karakter generasi sekarang. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum penyelarasan antara upaya pelestarian budaya dan dinamika dunia pendidikan.

Ia juga menyoroti arahan strategis Kongres Kebudayaan Jawa III, termasuk penguatan dokumentasi budaya melalui media modern serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Salah satu agenda besar yang didorong adalah pengajuan Aksara Jawa ke UNESCO, yang menurutnya memerlukan dukungan akademik dan pemahaman yang diperkuat oleh para guru di sekolah.

Musofa berharap, inovasi pembelajaran budaya yang lahir dari forum ini dapat menjadi kontribusi Wonosobo menuju Kongres Kebudayaan Jawa IV dan memperkuat posisi daerah sebagai pelaku aktif dalam agenda kebudayaan nasional. Musofa menegaskan, pentingnya kolaborasi antar-guru dan antar-sekolah untuk membentuk ekosistem pendidikan yang mampu memperkuat identitas budaya.