Indeks kerukunan umat beragama di Wonosobo mencapai 72 persen pada 2022. Angka tersebut dinilai cukup tinggi bila dilihat tren nya secara nasional.
Hal tersebut dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Komunikasi Publik dan Teknologi Sistem Informasi Wibowo Prasetyo pada saat melakukan media gathering bersama jurnalis Wonosobo, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, indeks moderasi beragama pada tahun 2022 mencapai 72 persen. Angka tersebut naik dari tahun 2021 yakni 69 persen. Sedangkan indeks 2023 sedang menunggu hitungan.
Wibowo mengatakan, kegiatan media gathering ini juga untuk menyamakan perspektif pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. Hal ini selaras dengan program dari Kemenag RI yakni moderasi beragama, yang juga masuk dalam RPJMN 2024.
Ia juga menekankan, pentingnya moderasi beragama yakni untuk mencegah masyarakat dari paham-paham radikal dan intoleran. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga kondusifitas umat beragama. Sehingga masyarakat bisa hidup tenang, berdampingan dan nyaman menjalani ibadahnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama, Susari. Ia menilai aksi moderasi beragama di Wonosobo sudah berjalan dengan baik. Salah satu contohnya yakni yang terjadi pada Klenteng Hok Hoo Bio di Wonosobo. Tempat ibadah tersebut justru dijaga oleh seorang muslim.
Menurutnya hal ini menguatkan moderasi beragama di Wonosobo. Susari juga berharap masyarakat semakin menguatkan pemahamannya mengenai moderasi beragama.