Inovasi Ramah Lingkungan, Wonosobo Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Tanaman
Wonosobo menghadirkan inovasi ramah lingkungan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/1465, pemerintah mengimbau masyarakat, instansi, dan berbagai pihak untuk mengganti karangan bunga ucapan selamat dengan bibit tanaman yang dinilai lebih bermanfaat dan berkelanjutan.
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Endang Lisdiyaningsih saat ditemui dikantornya pada Selasa 21 Juli 2026. Endang menjelaskan, kebijakan tersebut lahir dari keprihatinan bersama DLH, aktivis lingkungan, dan Forum Konservasi terhadap potensi timbulnya sampah dari karangan bunga konvensional.
Penggunaan styrofoam, spanduk, bunga plastik atau imitasi, hingga bunga berbahan kertas dinilai berkontribusi terhadap peningkatan volume sampah. Bahkan, dalam setiap momentum perayaan, sampah karangan bunga dapat menumpuk hingga sekitar 5–7 ton dan sebagian tidak dapat didaur ulang.
Ia menambahkan, bibit yang direkomendasikan terbagi dalam tiga kategori, yakni pohon ayoman atau tanaman tahunan dengan tinggi minimal 1,5 meter seperti asam jawa, sapu tangan dan cemara udang, kemudian tanaman buah dengan tinggi minimal 1 meter seperti durian, mangga, dan alpukat, serta tanaman hias atau bunga jenis perdu dan berumur panjang.
Untuk memastikan bibit tetap terawat dan tidak mati akibat musim kemarau, DLH Wonosobo terlebih dahulu mengarantina tanaman yang terkumpul di Pembibitan Taman Fatmawati. Penanaman di ruang publik akan dilakukan secara bertahap saat memasuki musim penghujan, sedangkan penanaman pada periode Juni hingga Agustus diprioritaskan untuk lokasi yang memiliki ketersediaan air dan penanggung jawab perawatan.
Melalui kebijakan tersebut, peringatan Hari Jadi ke-201 Wonosobo diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu meninggalkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Endang juga mengajak masyarakat dan seluruh elemen instansi menjadikan momentum hari jadi sebagai gerakan menanam bersama, baik di ruang publik maupun di lingkungan dan pekarangan masing-masing, demi mewujudkan Wonosobo yang semakin hijau, asri, dan berkelanjutan.