Pemerintah Kabupaten Wonosobo meninjau langsung Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) melalui kegiatan touring bersama Bupati,Wakil Bupati, anggota DPR RI dan Jajaran Forkopimda, sebagai upaya memastikan infrastruktur baru tersebut benar-benar memberi dampak bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyampaikan, pembangunan jalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi juga dari manfaat jangka panjang bagi warga. Ia menilai, keberhasilan proyek diukur dari seberapa besar akses transportasi, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi lokal dapat meningkat.
Ruas jalan sepanjang 3,2 kilometer yang menghubungkan Butuh–Bowongso di Kecamatan Kalikajar itu dibangun melalui program Inpres Jalan 2025. Jalur tersebut menjadi penghubung strategis kawasan lereng Sumbing dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata di Wonosobo.
Kepala DPUPR Wonosobo Nurudin Ardianto menjelaskan, proyek itu terwujud berkat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai partisipasi warga yang menghibahkan lahan lebih dari 10 ribu meter persegi menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.
Ia berharap, Jalan Lingkar Sumbing dapat berkembang sebagai koridor ekonomi dan wisata baru yang dikelola secara tertib, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.