Proyek pembangunan Jalur Lingkar Sumbing (Jalinsu) di Kecamatan Kalikajar telah usai. Kondisi jalur tersebut terlihat jauh berbeda dibandingkan dengan sebelumnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Nurudin Ardiyanto menjelaskan, proyek tersebut merupakan kegiatan dari Inpres Jalan Tahun 2025. Jalur Lingkar Sumbing ini memiliki panjang 3,3 kilometer dan lebar badan jalan 5,5 meter sesuai standar.
Saat ini menurut Nurudin, kondisi Jalinsu jauh lebih baik dari sebelumnya. Selain itu juga menawarkan pemandangan yang begitu menawan. Tak heran bila sejak akhir Desember lalu dibanjiri banyak wisatawan.
Kendati demikian, Nurudin mengakui bahwa kondisi Jalur Lingkar Sumbing tergolong rawan longsor. Lebih dari 30 persen jalur tersebut masuk kategori longsor. Maka dari itu pihaknya memasang sejumlah rambu peringatan longsor di sepanjang jalan.
Menurut Nurudin, tak semua jalur tersebut berbasis konstruksi. Ia pun meminta agar jalur tersebut segera dilakukan kegiatan penanaman bersama, utamanya tumbuhan yang bisa menahan erosi.
Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan penanganan lanjutan. Antara lain memasang rambu peringatan, perbaikan drainase dan penataan alur air di kawasan tebing.