Ratusan pelajar di Kecamatan Sukoharjo diajak menanam ribuan bibit kopi. Penanaman massal ini merupakan upaya Jagat Tanah Bumi (Jatubu) dalam menjaga kelestarian alam di Wonosobo dan mengedukasi agar siswa mencintai bumi.
Ketua Jatubu Mantep Abdul Ghoni menjelaskan, penanaman ribuan bibit kopi yang berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 ini merupakan puncak kegiatan penghijauan yang berlangsung pada sejumlah titik di Wonosobo. Sebagai pegiat lingkungan, Mantep mengaku prihatin dengan kondisi alam di Wonosobo.
Ia menilai sejumlah bencana longsor di Wonosobo, seperti di Patak Banteng, Gunung Kembang dan Telaga Menjer merupakan alarm agar manusia menjaga kelestarian alam. Mantep tak mau kota kelahirannya ini mengalami bencana seperti beberapa daerah di Indonesia.
Sebagai bentuk nyata, ia melibatkan banyak unsur dalam penanaman pohon kopi di Sukoharjo. Di antaranya adalah 400 pelajar dari jenjang SD hingga SMP untuk merasakan pengalaman budaya menanam sejak dini.
Menurutnya, menjaga alam merupakan kewajiban, maka ia ingin menularkan semangat itu kepada para pelajar yang datang. Ia berharap nantinya para peserta bisa punya kenangan bahwa menanam pohon akan membawa sebuah kehidupan di masa depan.
Pada saat yang sama, salah satu peserta Ainun Salwa Qonita mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya menanam pohon. Siswa sekolah dasar itu mengaku senang dan berharap pohon yang ditanam cepat besar dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan alam.
Upaya Jatubu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Perwakilan DLH Kristiyugo menyambut baik pihak-pihak yang ingin berkolaborasi untuk kebaikan alam di Wonosobo, termasuk Jatubu. Ia berharap kolaborasi ini bisa terus berlangsung dan bersama mencegah terjadinya bencana di Wonosobo.