Hujan deras menyebabkan jembatan penghubung antarwilayah di Desa Kalikuning, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, ambrol pada Selasa 17 Februari 2026. Peristiwa ini mengakibatkan empat warga terjatuh ke sungai dan mengalami luka, serta memutus akses utama masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi.
Kepala Dusun Semampir, Wahno menjelaskan, jembatan tersebut sebelumnya sudah mengalami keretakan akibat longsor kurang dari setahun lalu. Ia menuturkan bahwa derasnya arus banjir mengikis pondasi, sehingga struktur lama dan hasil renovasi tidak mampu menahan tekanan air dan akhirnya runtuh.
Dalam kejadian itu, dua remaja perempuan dilaporkan terjatuh bersama sepeda motornya dari ketinggian sekitar enam meter saat melintas. Menurut Wahno, keduanya mengira jembatan masih aman karena hanya terlihat retak. Selain itu, dua warga lain juga mengalami luka ringan saat berusaha menolong korban.
Pasca kejadian, warga menutup jembatan secara darurat dengan papan kayu karena kondisi konstruksi dinilai membahayakan. Kerusakan terlihat cukup parah, dengan lubang sepanjang sekitar 17 meter, aspal yang ambles, serta penyangga yang patah akibat erosi sungai. Akses air bersih pun turut terganggu karena pipa ikut terdampak.
Wahno mengungkapkan, akibat terputusnya jalur tersebut, warga kini harus memutar sejauh sekitar tiga kilometer atau menempuh waktu hingga setengah jam perjalanan.Ia berharap, segera dapat dilakukan perbaikan agar mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.