Karhutla Sumbing Capai 362 Hektar, Kini Telah Padam
Titik api yang sempat menyala Kembali pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Sumbing telah berhasil dipadamkan. Namun pemantauan dan penyisiran tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Petugas gabungan yang dipimpin Wakalpores Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito telah melakukan upaya penyekatan pada pagi dan siang hari Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan apel konsolidasi di Basecamp Stikpala, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, pukul dipimpin oleh Kabag SDM Polres Wonosobo Kompol Nuryawan Eko Ramdani.
Kabag SDM mengatakan, petugas memastikan titik api yang sempat menyala di petak 23-2 telah padam pukul 16.45 WIB. Hingga apel konsolidasi tidak ditemukan titik api lainnya dan tidak terjadi penambahan luas area terbakar.
Namun demikian, petugas gabungan akan tetap melakukan pemantauan dan penyisiran kawasan untuk mengantisipasi munculnya Kembali titik api. Berdasarkan data per 19 hingga 23 Oktober 2026 luas Kawasan hutan yang terdampak mencapai 362 hektar.
Luasan tersebut tersebar di Sembilan petak, yakni 23-1 seluas 109 hektar, 23-2 seluas 22 hektar, 23-4 seluas 2 hektar, 23-6 luasnya 5 hektar. Selain itu pada petak 29-1 seluas 85 hektar, 29-2 seluas 3 hektar, 29-3 seluas 12 hektar, 29-6 mencapai 68 hektar dan 29-7 seluas 56 hektar.
Nuryawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan atas kerja sama selama penanganan karhutla. Ia mengimbau masyarakat dan pendaki tetap waspada, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera lapor jika menemukan indikasi titik api.