Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih ketua baru periode 2025–2030. Agenda ini digelar menyusul kekosongan posisi ketua setelah pengunduran diri pimpinan sebelumnya.
Kegiatan yang dilaksakan di Pendopo Bupati pada Rabu 8 Oktober 2025 ini diikuti perwakilan dari 15 kecamatan se Kabupaten Wonosobo.
Plt Ketua PPDI Wonosobo, Tofik Hermawan menjelaskan, pelaksanaan Musdalub dilakukan lebih cepat dari jadwal Musda yang seharusnya digelar, karena kondisi kekosongan kepemimpinan. Ia menuturkan, masa jabatan pelaksana tugas hanya maksimal enam bulan, sehingga panitia khusus segera dibentuk untuk mempersiapkan agenda ini. Prosesnya meliputi audit keuangan, penyusunan tata tertib, hingga penjaringan calon ketua yang menghasilkan dua kandidat, yakni Eko Purwanto dari Desa Kecis dan Kumpul Prio Sunarto dari Desa Candiyasan.
Tofik menambahkan, tahapan persiapan berlangsung efektif selama dua bulan sebelum akhirnya Musdalub bisa terselenggara. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi perangkat desa di Wonosobo agar lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya.
Ketua PPDI Jawa Tengah, Heri Purnomo menyampaikan, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal wajar dan justru menjadi kekuatan untuk kemajuan. Ia berharap ketua baru yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dengan tanggung jawab, membangun komunikasi yang baik antaranggota, serta membawa PPDI Wonosobo menjadi organisasi yang lebih inovatif dan profesional.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat berpesan agar seluruh anggota PPDI menjaga harkat dan martabat organisasi. Ia menekankan, seorang pemimpin harus memiliki prinsip yang kuat, tegas dalam keputusan, serta mampu menjalin jejaring luas untuk memperkuat kolaborasi.
Afif berharap ketua baru PPDI dapat menjadi figur yang mampu menumbuhkan semangat pelayanan dan tanggung jawab besar dalam mengayomi perangkat desa demi kemajuan bersama.