Kawat tembaga bisa dimanfaatkan untuk beragam benda bernilai ekonomi. Seperti yang dilakukan oleh Trisna Ade Herlina, ia berhasil menyulap kawat tembaga menjadi aneka aksesoris cantik nan bernuansa etnik.
Trisna memulai bisnis kecilnya sejak tahun 2017 lalu dan dilakoninya secara otodidak. Mulanya ia melihat tutorial dari video youtube, dan mencoba menirunya. Dari situ lah kegemarannya membuat aksesoris ini membuatnya ketagihan, dan kerap mengikuti workshop. Untuk lebih mempermanis dan menciptakan kesan etnik pada produknya, Trisna mengkreasikan dengan mutiara air tawar dan batu alam.
Pemilik brand Kembang Lily ini menghasilkan aksesoris berupa cincin, bros, kalung, gelang dan masih banyak lagi. Dalam sebulan, Trisna mampu memproduksi puluhan bros. Produknya dibanderol dari harga Rp15 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenis dan kerumitannya. Ia juga menjual produknya secara online, dan pembelinya berasal dari luat kota seperti Jawa Timur bahkan sampai Palembang.
Trisna menambahkan, produknya mendapat sambutan baik dari masyarakat. Sebab selain harganya terjangkau, juga unik dan masih jarang ditemui. Kini ia juga tergabung dalam komunitas Kerajinan Tangan Crafter Wonosobo atau Kentang Crebo untuk lebih meluaskan jangkauan dan menyalurkan hobinya dalam membuat karya. (PLG)