Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

KEMITRAAN JADI KUNCI SUKSES PETANI UBI JALAR DALAM MENJUAL HASIL PANEN

Rabu, 15 Maret 2023
Dilihat 22 kali
KEMITRAAN JADI KUNCI SUKSES PETANI UBI JALAR DALAM MENJUAL HASIL PANEN

Ubi jalar yang merupakan salah satu komuditas pertanian yang ada di Wonosobo. Ubi jalar sering dilupakan karena pada saat panen raya harga jual anjlok dan menyebabkan sulit untuk dijual. 


Pada 2019, kelompok tani Gangsar di di Desa Surengede Kecamatan Kertek, menerima bantuan dari pemerintah berupa pupuk organik sejumlah 50 ton ditunjukan untuk pengembangan ubi jalar. Hasil yang melimpah membuat ubi jalar harus dipasarkan lebih luas, salah satunya dengan kemitraan. Kemitraan penting karena bagi petani sering kali bingung kemana harus menjual hasil panen dan  membuat peluang pasar lebih luas, dan tidak hanya bergantung pada pasar tradisional terutama saat terjadi panen raya. 


Hal lain yang menjadi perhatian adalah kesepakatan harga antara perusahaan dan juga petani yang otomatis petani tidak akan mengalami kerugian. Setelah petani menanam dan melakukan panen petani mulai berpikir kemana harus menjual hasil panennya karena pada saat itu harga ubi jalar hanya berkisar antara 500-1000 rupiah per KG, dan jika dibandingkan dengan modal tanam maka petani akan mengalami kerugian. Oleh karena itu kemitraan dengan pihak perusahaan menjadi solusi masalah yang dihadapi oleh petani. 


Rati Yuliastri, selaku Penyuluh Pertanian Ahli Muda menuturkan, jika dilihat dari kelompok tani gangsar yang sudah melakukan kemitraan sejak tahun 2019 dan sampai saat ini kemitraan tersebut masih berjalan. Dari waktu ke waktu jumlah kemitraan terus bertambah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan dari para petani.


Rati menambahkan, perusahaan sebagai mitra petani juga tidak hanya lepas setelah melakukan kesepakatan, namun petani juga akan mendapatkan bibit dan juga pupuk, serta bimbingan teknis agar petani bisa melakukan pembudidayaan sesuai SOP. 


Sedangkan untuk ikut serta dalam kemitraan  Penyuluh Ahli Pertama, Agustina Ratma Wardani menjelaskan, bahwa Petani harus menyediakan lahan baik milik sendiri atau sewa, memiliki minat untuk bermitra, mematuhi SOP penanaman dari perusahaan agar hasil panen bisa memenuhi standar, mau menjaga kualitas, serta harus mau menyepakati ketentuan yang sudah diatur bersama dalam MOU.