Bagi pecinta barang antik di Wonosobo, lapak Klitikan 45 di Jalan Angkatan 45 menjadi tempat yang asyik untuk di kunjungi. Bukan hanya sebagai tempat jual beli, lapak ini menjadi wadah untuk berkumpul bagi para pecinta barang antik. Setiap harinya para penggemar barang langka ini berkunjung tidak hanya untuk jual beli akan tetapi juga untuk berdiskusi mengenai sejarah.
Pemilik lapak, Feri Darmawan bercerita sudah puluhan tahun ia menggeluti dunia barang antik. Sejak lulus SMA Feri sudah belajar keilmuan barang-brang klasik yang banyak bernilai sejarah. Menurut Feri, barang antik tidak hanya dinilai dari segi keindahan saja akan tetapi harga barang bisa semakin mahal karena nilai sejarah yang dibawanya. Selama puluhan tahun berkecimpung dengan barang langka, Feri pernah menemukan meriam VOC. menurutnya barang ini unik lantaran mengandung sejarah yang tidak biasa.
Selain itu Feri menuturkan kebanyakan pemilik barang antik ini tidak mengetahui nilai dari barang tersebut. Sehingga penting sekali mempelajari ilmu sejarah dari barang-barang tertentu. Dari segi jenis barang sendiri memiliki peminat yang berbeda. Rata-rata penggemar barang antik di Wonosobo memiliki komunitas yang berbeda-beda tergantung dari ketertarikan mereka dengan barang tertentu.
Ia sendiri mengaku masih bertahan dengan dunia barang antik lantaran kecintaannya dengan barang-barang tersebut. Menurutnya apabila pekerjaan dilandasi dengan rasa suka maka akan terasa menyenangkan.
Di Wonosobo sendiri, masih banyak pecinta barang antik dari golongan pemuda. Feri menilai ini menjadi hal yang baik karena menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai sejarah. Ada satu hal yang menarik dari barang antik asal Wonosobo.
Dia menambahkan bahwa banyak kolektor dari luar kota yang tertarik dengan barang-barang dari Wonosobo. Menurutnya hal ini karena Wonosobo merupakan wilayah yang memiliki sejarah panjang dan lama. Tentu hal ini menjadi daya tarik bagi kolektor barang antik di luar kota. Ia berharap akan semakin banyak pecinta barang langka ini sehingga nilai sejaran Wonosobo tetap terjaga. (FAZ)