Jumlah pendaki Gunung Kembang via Blembem, Damarkasiyan, Kertek, meningkat pada libur panjang Isra Mi'raj dan Imlek. Para pendaki gunung dengan ketinggian 2.340 mdpl ini terkesan akan kebersihan dan keasrian alamnya.
Petugas Basecamp Gunung Kembang via Blembem, Edi Susanto yang ditemui jurnalis Radio Pesona di titik pertama pendakian mengatakan, pada libur panjang ini jumlah pengunjung meningkat. Terhitung sebanyak 200 pendaki naik Gunung Kembang sejak hari Sabtu, 26 Januari hingga Selasa, 28 Januari 2025.
Menurut Edi, pada hari biasa, Gunung Kembang via Blembem biasa dikunjungi paling banyak 15 pendaki. Para pendaki biasanya datang dari berbagai wilayah, seperti Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Pekalongan, Tegal bahkan belum lama terdapat turis dari Thailand, Filipina dan Kroasia.
Dikatakan Edi, Gunung Kembang kerap disebut dengan sebutan kecil-kecil cabe rawit, sebab tak terlalu tinggi namun memiliki jalur tracking sekelas gunung ketinggian 3000 mdpl.
Selain itu, Gunung Kembang juga dikenal dengan kebersihannya. Pihak pengelola sangat ketat terhadap sampah yang dibawa pendaki. Sebelum mendaki, para pengunjung diharuskan mengisi daftar barang bawaan yang berpotensi menghasilkan sampah. Usai mendaki pun, mereka harus cek sampah di basecamp.
Salah satu pendaki, Adib dari Magelang mengaku terkesan dengan keindahan alam di Gunung Kembang yang bebas sampah. Hal ini menurutnya harus ditiru gunung-gunung lain , sehingga alam tetap terjaga.