Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo pada Senin, 30 Maret 2026 memicu sejumlah kejadian tanah longsor di beberapa lokasi. Peristiwa tersebut mengakibatkan terganggunya akses jalan hingga kerusakan ringan pada satu rumah warga.
Longsor terbesar terjadi di Dusun Krakal, Desa Surengede, Kecamatan Kejajar sekitar pukul 15.30 WIB. Tebing setinggi kurang lebih 15 meter dilaporkan longsor dan menutup jalan penghubung kabupaten jalur Kejajar–Wates, sehingga arus lalu lintas sempat lumpuh total selama lebih dari empat jam.
Selain itu, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Watumalang, tepatnya di ruas Jalan Depok–Mutisari dan Dusun Bendungan, Desa Mutisari. Longsor di wilayah ini sempat menutup akses jalan selama sekitar satu setengah jam, sementara satu rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur akibat tertimpa material longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto, menyampaikan bahwa seluruh kejadian dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung selama lebih dari dua jam. Ia menjelaskan tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, meskipun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta pada salah satu lokasi terdampak.
Menurutnya, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, relawan, hingga warga setempat langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, sebagian besar akses jalan yang terdampak kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di wilayah rawan longsor, mengingat potensi terjadinya longsor susulan masih dapat terjadi terutama saat hujan turun. (FAZ)