Bagi sejumlah masyarakat Wonosobo sudah tak asing dengan keberadaan Bubur Candil Akmalia yang terletak di Gang Sayangmulyo. Siapa sangka usia warung bubur candil ini sudah 60 tahun hadir di Wonosobo. Tak heran bila pelanggannya juga datang dari berbagai kota.
Sri Windarti, merupakan generasi kedua yang menjual bubur candil ini. Sang ibu, Mbah Akmalia telah wafat pada 2013 silam. Tak lama setelah sang ibu meninggal dunia, dia meneruskan usaha orang tuanya yang telah berjualan puluhan tahun.
Sri mengatakan, usaha sang orang tua ini sudah hadir sejak tahun 1965 di Wonosobo. Dia mengatakan, sebelumnya lokasi berjualan pun sempat beberapa kali pindah.
Bila dilihat sepintas, bubur candil ini sama dengan lazimnya. Terdiri dari bubur sumsum putih, jenang candil yang merupakan olahan dari tepung ketan dan santan. Namun ketika disantap, teksturnya lebih lembut, legit, manis dan gurih. Hidangan ini juga cocok disantap ketika berbuka puasa.
Harga satu porsi bubur candil akmalia hanya Rp4 ribu saja. Bila akhir pekan, Sri bisa menjual hingga dua panci besar berdiameter 45 cm. Pembelinya pun tak hanya dari Wonosobo saja, melainkan juga ada yang datang dari luar kota. Bahkan tak jarang ada pembeli luar Wonosobo yang melakukan jasa titip atau jastip hingga ratusan bungkus.
Salah satu pelanggan Bubur Candil Akmalia dari Purbalingga, Bobi, mengaku sudah berlangganan sejak 2010 lalu. Ketika datang ke Wonosobo dia dan keluarganya selalu menyempatkan diri mampir ke Bubur Candil Akmalia. Bahkan tak ketinggalan dia memborong hingga puluhan porsi sebagai buah tangan.