Siang itu cuaca begitu cerah, ketika melintas jalan baru di kawasan Binangun, Kecamatan Watumalang. Ini tentu anugerah bagi siapa pun yang mendambakan pemandangan pegunungan tanpa tirai kabut.
Hijaunya pepohonan dan birunya langit, seolah kontras dengan aspal jalanan yang masih pekat. Rupanya lokasi tersebut merupakan Jalan Lingkar Binangun (Jalibi) yang viral di media sosial dan disebut dengan Bukit Bintang-nya Watumalang.
Bagaimana tidak disebut dengan Bukit Bintang, jalur ini berada di atas ketinggian. Tak ada penghalang untuk melihat megahnya Gunung Sindoro dan Sumbing. Rasanya ingin sekali tangan ini menggapai keduanya, karena seolah-olah dekat ada di hadapan mata.
Nampak juga seorang penjual kopi tengah dikerubuti pemuda-pemudi yang ingin menghabiskan waktu jelang sore di lokasi tersebut. Ada juga yang tengah duduk santai di atas motor dan bercengkrama dengan sesamanya. Saking eloknya, tak jarang pengunjung dari berbagai penjuru memarkirkan kendaraannya sejenak untuk mengabadikan momen.
Camat Watumalang Oni Wiyono menjelaskan, Jalibi menjadi jalur penghubung utama bagi Desa Lumajang dan Binangun. Selain itu juga melewati beberapa dusun, seperti Sumbersari, Klepu dan Cindul.
"Masyarakat bisa mempersingkat jarak sekitar 2 kilometer dari Binangun ke Wonosobo dan sebaliknya. Kini Jalibi menjadi akses utama bagi warga, baik untuk aktivitas pertanian, bekerja maupun lainnya. Di sini juga sudah dilengkapi penerangan," ucap Oni yang ditemui di lokasi belum lama ini.
Menurut Oni, sebelumnya jalanan tersebut sebelumnya rusak dan sulit dilalui. Masyarakat harus menempuh jalanan yang terjal, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati dan fokus, alih-alih mendongak melihat panorama cantik di sisi kanan kiri jalan.
"Ya karena jalannya itu rolakan seperti 'kali asat' (sungai kering) dan medannya berkelok-kelok. Kami berterima kasih pada Pemkab Wonosobo yang telah melakukan perbaikan di Jalibi ini," ucapnya.
Kini, Jalibi sudah mantap dan aspalnya mulus. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat bisa meluncur tanpa hambatan. Perubahan ini tak sekedar soal kenyamanan berkendara, namun juga soal menghidupkan kembali kebanggaan warga atas tanah kelahirannya.
Oni menambahkan, selain menjadi penghubung antar wilayah, jalan ini menjadi magnet sosial baru. "Sekarang banyak warga yang datang untuk sekedar menikmati kopi sembari melihat pemandangan gunung. Kalau cuaca bagus, banyak sekali yang datang ke sini," imbuh pria yang gemar memakai ikat kepala ini.
Bukit Bintang di Watumalang
Salah satu warga, Anita, yang ditemui di lokasi mengaku senang dengan adanya Jalibi ini. Anita yang berdomisili di Desa Krinjing ini sudah tak risau lagi melalui jalanan yang dulu rusak ini.
"Jelas sekali jalan ini memudahkan saya untuk bekerja di Desa Binangun. Jalanannya sudah bagus, tidak seperti dulu. Tentu ini jadi mempersingkat jarak dan waktu, apalagi saya juga sering ke Wonosobo jadi sekarang lewat sini," kata dia.
Menurut Anita, masyarakat setempat sering menyebutnya Bukit Bintang. Di malam hari jika cuaca sedang bersahabat, pengunjung disuguhi kerlip lampu yang gemintang bak sedang menyaksikan ribuan lintang di angkasa. "Nah itu saya penasaran kalau malam katanya bagus banget. Sepertinya asyik sambil ngopi di sini," tutur perempuan berhijab ini.
Sama halnya dengan Fernando, pria asli Dusun Lamuk, Desa Kalidesel yang kini pindah domisili di Wonosobo. Sebelumnya ia belum pernah melewati jalur tersebut. Namun ia pernah dengar jalan ini bisa mempersingkat waktu dari Wonosobo menuju tanah kelahirannya. Ia pun mencoba melewati jalan ini dan takjub dengan perubahan infrastruktur di sana.
“Iya baru pertama kali ini lewat sini pas mau balik ke Wonosobo. Ternyata jalannya sudah bagus dan pemandangannya juga oke. Mudah-mudahan jalan lain yang ada di Watumalang juga diperbaiki karena banyak juga yang sudah rusak,” ucapnya.
Pembangunan Jalibi
Pemerintah Kabupaten Wonosobo tak tinggal diam. Melihat salah satu infrastruktur dan akses jalan di salah satu wilayahnya butuh perbaikan, aksi nyata pun dilakukan. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Wonosobo Edi Hartono mengatakan, pembangunan jalan ini adalah kelanjutan dari proyek yang telah dikerjakan pada tahun sebelumnya.
“Proyek ini dilakukan untuk menyelesaikan ruas Sumbersari-Binangun yang tahun lalu sudah dikerjakan. Pada tahap lanjutan dilakukan pengaspalan jalan sepanjang 480 meter dengan anggaran Rp2,48 miliar di tahun 2025,” ucapnya.
Ruas jalan ini ke depan akan dijadikan alternatif utama menuju kasawan Dieng dari Binangun, Watumalang.
Keberadaan Jalibi merupakan potret tentang bagaimana pemerintah mendengar keluh kesah warga dadi balik perbukitan. Bila dulu warga harus bertaruh dengan waktu dan jalanan yang berbatu, kini bisa bernapas lega.
Menyusuri Jalibi, Bukit Bintang Baru di Watumalang
Jumat, 06 Februari 2026
Dilihat 10 kali