Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Mulai 1 September, Disparbud Wonosobo Uji Coba Pembayaran Tiket Wisata via QRIS

Sabtu, 29 Agustus 2026
Dilihat 1 kali
Mulai 1 September, Disparbud Wonosobo Uji Coba Pembayaran Tiket Wisata via QRIS

Mulai 1 September, Disparbud Wonosobo Uji Coba Pembayaran Tiket Wisata via QRIS
 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mulai 1 September 2026 akan menguji coba digitalisasi pembayaran retribusi tiket masuk destinasi wisata melalui QRIS. Program ini berlaku untuk beberapa wisata di bawah kelola Pemkab Wonosobo yakni Gardu Pandang Tieng, Kolam Renang Mangli, Taman Rekreasi Kalianget, Waduk Wadaslintang, Dieng Plateau Theater, serta TPR Garung. 

Pada tahap awal, pembayaran akan dilakukan melalui dua metode, yakni digital menggunakan QRIS dan secara manual.

Kepala Disparbud Wonosobo Fahmi Hidayat mengatakan, penerapan secara bertahap tersebut dilakukan sebagai masa percobaan sekaligus evaluasi sebelum sistem pembayaran digital diterapkan sepenuhnya. Selama bulan pertama, wisatawan masih diberikan pilihan pembayaran secara manual maupun melalui QRIS untuk melihat kesiapan sistem dan berbagai kemungkinan kendala di lapangan.

Menurut Fahmi, masa uji coba menjadi penting agar ketika sistem pembayaran digital diterapkan secara penuh, seluruh unsur pendukung sudah benar-benar siap dan pelayanan kepada wisatawan dapat berjalan lancar. Evaluasi akan dilakukan dengan melihat pelaksanaan transaksi secara langsung di destinasi wisata.

Dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Disparbud Wonosobo pada Kamis, 27 Agustus 2026 sejumlah peserta juga menyampaikan masukan terkait potensi kendala penerapan QRIS. Beberapa di antaranya menyangkut kesiapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas pendukung di lapangan, hingga efektivitas waktu pelayanan, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Fahmi mengatakan berbagai masukan tersebut menjadi perhatian Disparbud. Pihaknya telah mengantisipasi sejumlah kemungkinan kendala agar penerapan sistem digital tidak justru menghambat pelayanan. Kesiapan petugas, fasilitas, serta mekanisme transaksi akan terus dievaluasi selama masa uji coba untuk menekan potensi persoalan saat sistem diterapkan secara penuh.

Digitalisasi pembayaran retribusi ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan, tetapi juga mendukung tata kelola penerimaan retribusi yang lebih transparan dan akuntabel. Disparbud menilai penerapan QRIS merupakan bagian dari upaya membangun pelayanan pariwisata yang lebih cepat, mudah dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (FAZ)