Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Pasrah Tampi Panji Awali Rangkaian Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

Kamis, 02 Juli 2026
Dilihat 14 kali
Pasrah Tampi Panji Awali Rangkaian Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo

Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo melalui prosesi Pasrah Tampi Panji di Halaman Pendopo Bupati pada Kamis, 2 Juli 2026. Empat panji daerah diserahkan kepada para camat untuk selanjutnya dikirab ke 15 kecamatan dan 265 desa sebagai simbol penyebaran semangat persatuan dan pembangunan.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan prosesi serah terima panji bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna sejarah, budaya, dan kebersamaan. Menurutnya, kirab panji menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus berlandaskan nilai persatuan, gotong royong, serta sinergi seluruh elemen masyarakat.

Ia menjelaskan empat panji yang terdiri atas Sang Saka Dwi Warna, Catragung Pangayom, Tombak Karawelang Katentreman, dan Panji Gegunungan Praja merupakan simbol yang mencerminkan kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat dalam menjaga harmoni serta mendorong kemajuan daerah.

Memasuki usia ke-201, Bupati menilai Wonosobo harus menjadikan momentum tersebut sebagai penguatan komitmen untuk melanjutkan pembangunan. Melalui tema "Nyawiji Makarti Wonosobo Loh Jinawi", ia mengajak seluruh masyarakat memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama di bidang ketahanan pangan dan energi.

Menurutnya, kirab panji yang menjangkau seluruh kecamatan dan desa juga menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Wonosobo merupakan milik seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Karena itu, rangkaian peringatan diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki, kebanggaan, dan kecintaan terhadap Wonosobo sekaligus mendorong penguatan budaya, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif.

Bupati menambahkan pelaksanaan Hari Jadi tahun ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi sehingga tidak seluruh kecamatan menggelar pentas budaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut, katanya, merupakan bentuk kesederhanaan dan solidaritas sosial tanpa mengurangi makna peringatan Hari Jadi. 

Ia berharap rangkaian Pasrah Tampi Panji menjadi awal yang baik untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Wonosobo yang semakin maju, lestari, dan sejahtera. (FAZ)