Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Pedagang Pasar Induk Wonosobo Berbagi untuk 175 Anak Yatim

Selasa, 07 Juli 2026
Dilihat 3 kali
Pedagang Pasar Induk Wonosobo Berbagi untuk 175 Anak Yatim

 Pedagang Pasar Induk Wonosobo Berbagi untuk 175 Anak Yatim


Majelis Taklim Jumat Berkah Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) kembali menggelar Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Atrium Pasar Induk Wonosobo, Selasa 7 Juli 2026. Kegiatan yang rutin dilaksanakan sejak 2015 itu menyalurkan bantuan kepada sekitar 175 anak yatim piatu dan dhuafa sebagai wujud kepedulian sosial di bulan Muharam 1448 Hijriah.

Ketua Panitia, Muhammad, mengatakan jumlah penerima tahun ini meningkat dari target awal 150 anak berkat dukungan para pedagang dan jamaah Majelis Taklim Jumat Berkah. Dana santunan berasal dari infak dan kotak amal yang dikumpulkan setiap pekan. Ia menambahkan, jika terdapat kelebihan dana donasi santunan yang terkumpul, akan disalurkan ke sekitar 15 pondok pesantren yatim piatu di berbagai wilayah Wonosobo agar manfaatnya semakin luas.

Ia menyebut, kebutuhan anggaran tahun ini mencapai sekitar Rp89 juta. Ia berharap, Majelis Taklim Jumat Berkah terus menjadi wadah berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di kalangan pedagang dan masyarakat.

Mewakili Bupati Wonosobo, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Mohammad Riyatno, mengapresiasi konsistensi PPIW yang selama lebih dari satu dekade rutin menggelar kegiatan sosial. Menurutnya, kepedulian para pedagang menunjukkan bahwa membangun kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, bukan hanya pemerintah.

Riyatno berharap semangat berbagi di bulan Muharam dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan pelaku usaha untuk menghadirkan kegiatan sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa bukan hanya memberi bantuan materi, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan persaudaraan di tengah masyarakat.