Pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas didominasi oleh pelajar dan perempuan dewasa atau ibu-ibu. Kondisi ini menjadi perhatian Polres Wonosobo dalam upaya memperkuat keamanan, ketertiban, dan keselamatan berkendara khususnya pada momen Bulan Ramadan 1447H.
Hal ini disampaikan oleh Kanit Regident Polres Wonosobo, IPDA Widi Yulianto, dalam sesi talkshow bersama Radio Pesona FM di MPP Wonosobo pada Rabu, 25 Februari 2026. Ia menyampaikan, keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Ia menilai, peran keluarga, lingkungan, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi kepadatan arus di kawasan pasar Ramadan, seperti di Sudagaran, Jalan Bhayangkara dan sekitar Masjid Al Manshur Wonosobo. Sejumlah personel disiagakan untuk mengurai kemacetan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka.
Dalam penanganan pelanggaran, IPDA Widi menjelaskan, pihaknya mengutamakan pendekatan persuasif melalui teguran dan edukasi. Namun, jika pelanggaran terus berulang, penindakan berupa tilang tetap diterapkan sesuai ketentuan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan perhiasan mencolok saat berada di keramaian guna menghindari risiko tindak kejahatan.
Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Wonosobo, Himawan Kristianto, menegaskan bahwa kepatuhan membayar pajak kendaraan berkaitan erat dengan keselamatan lalu lintas. Menurutnya, pajak kendaraan mencakup perlindungan asuransi Jasa Raharja, sehingga masyarakat diharapkan tertib administrasi sekaligus disiplin berkendara demi keamanan bersama.