Dalam lanjutan pelatihan literasi digital yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonosobo di Kledung Pass, Rabu 29 April 2026, menitikberatkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam praktik jurnalistik yang bertanggung jawab, sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi masyarakat di era digital.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program peningkatan literasi digital yang sebelumnya telah mendorong ormas agar lebih adaptif terhadap arus informasi dan perkembangan teknologi. Kepala Kesbangpol Wonosobo, Agus Kristiono menegaskan penguasaan teknologi, termasuk AI, harus diiringi dengan pemahaman etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia menilai ormas memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas komunikasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui pelatihan ini, Agus berharap, peserta tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, tetapi juga bijak dalam mengelola informasi. Selain itu, lahirnya agen-agen literasi digital dari kalangan ormas yang mampu menghadirkan konten positif, akurat, dan bertanggung jawab di ruang publik digital.
Pelatihan menghadirkan jurnalis dan editor dari Suara.com, yakni Agung Pratnyawan dan Chandra Iswinarno. Keduanya memberikan materi terkait penggunaan AI dalam produksi konten jurnalistik, mulai dari riset data, penulisan berita, hingga verifikasi informasi. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan, penggunaan AI tanpa kontrol dapat berpotensi memunculkan bias informasi hingga penyebaran hoaks. Oleh karena itu, peserta didorong untuk tetap mengedepankan proses verifikasi, memahami konteks, serta menjaga integritas dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.