Masuk Bulan Mei 2023, rata-rata akses jamban sehat di Wonosobo baru memasuki 73,32%. Hal ini menempatkan Wonosobo menjadi kota terbawah dalam program percepatan ODF (Open Defecation Free) 100% di Provinsi Jawa Tengah.
Maka dari itu Pemkab Wonosobo melakukan terobosan lewat Rembuk ODF Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 31 Mei 2023 di Pendopo Bupati. Acara tersebut dihadiri Camat dan Jajaran Forkopimca, seluruh pimpinan perangkat daerah, BUMD, BUMB, dan seluruh kades di Wonosobo. Harapannya seluruh pihak dapat ikut serta membantu dan berkomitmen melakukn percepatan deklarasi ODF 100% di Wonosobo. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat memimpin Rembuk ODF berkomitmen program ini dapat selesai sebelum hari jadi Kabupaten Wonosobo yakni pada 24 Juli sehingga menjadi kado untuk umur Kabupaten Wonosobo ke-198 tahun ini.
Sementara itu, pelaksana harian Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi memaparkan Kecamatan Kertek menjadi wilayah yang paling banyak masyarakat yang masih buang air besar sembarangan kemudian disusul oleh Kalikajar, Sapuran, dan Kejajar. Sementara untuk Kecamatan Kaliwiro, Leksono, Sukoharjo, dan Watumalang sudah mendeklarasikan 100% ODF.
Junaedi mengungkapkan hasil Rembuk ODF menghasilkan upaya-upaya strategis yang akan dilakukan dalam beberapa minggu kedepan. Beberapa titik di Wonosobo yang mengalami kendala teknis akan di bantu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Pada saat yang sama, bagi desa yang tekendala dengan anggaran, Ketua Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP), One Andang Wardoyo meminta beberapa pihak untuk turut membantu. Nantinya pemerintah desa dapat mengupayakan berbagai sumber pendanaan seperti Dana Desa, APBD, dan DAK. (FAZ)