Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Pemkab Wonosobo Gandeng YSKK Luncurkan Program I-SEE

Rabu, 29 Juli 2026
Dilihat 27 kali
Pemkab Wonosobo Gandeng YSKK Luncurkan Program I-SEE

 Pemkab Wonosobo Gandeng YSKK Luncurkan Program I-SEE


Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kesehatan Wonosobo. Langkah ini menandai dimulainya implementasi Program I-SEE (The Inclusive System for Effective Eye Care) yang berdurasi lima tahun, terhitung sejak Mei 2026 hingga April 2031. Program kolaboratif ini dirancang untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan mata dari tingkat hulu hingga hilir agar lebih berkualitas, efektif, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara setara.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu lokasi implementasi program ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran negara yang bersinergi dengan lembaga swadaya masyarakat untuk menangani permasalahan penglihatan warga. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik yang menyasar 265 desa dan kelurahan, serta berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD/MI, hingga SMP/MTs, dengan melibatkan peran aktif para guru dan orang tua murid dalam deteksi dini.

Sb : bupati 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, mengungkapkan program ini selaras dengan arah RPJMD daerah 2025–2029 yang memprioritaskan penguatan pelayanan kesehatan primer. Kehadiran Program I-SEE diharapkan tidak sekadar memberikan bantuan jangka pendek, melainkan berfokus pada penguatan kapasitas sistem secara berkelanjutan. Upaya ini mencakup pelatihan bagi kader desa, pendidik, tenaga kesehatan di 24 Puskesmas, hingga penyediaan beasiswa penuh bagi dokter spesialis mata lokal untuk menempuh jenjang sub-spesialis.

Direktur YSKK, Iwan Setiyoko, menambahkan aspek inklusivitas menjadi pilar utama dalam seluruh tahapan pelaksanaan program. Pihaknya melibatkan organisasi penyandang disabilitas sejak fase assessment awal guna memastikan fasilitas kesehatan benar-benar ramah disabilitas. Selain itu, pendampingan rehabilitatif dan psikologis yang melibatkan sesama penyandang disabilitas netra juga disiapkan bagi warga yang mengalami kasus kebutaan baru agar dapat kembali mandiri.