Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan Safari Ramah Anak secara serentak di 293 SD/MI se-Kabupaten Wonosobo pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, serta instansi vertikal yang turun langsung menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bertindak sebagai pembina upacara di SD Negeri 1 Sukoharjo, sementara Wakil Bupati Amir Husein hadir di SD Negeri 5 Wonosobo. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo berupaya membangun suasana sekolah yang menyenangkan, aman, dan bebas dari kekerasan, sekaligus memperkuat karakter anak-anak Wonosobo.
Menurut Bupati Afif, kegiatan safari ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang saat ini menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti judi online, narkoba, perundungan, penyebaran hoaks, hingga penyalahgunaan minuman keras akibat salah pergaulan.
Pihaknya ingin memastikan tidak ada praktik seperti itu di sekolah-sekolah Wonosobo. Menurutnya sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan dan menggembirakan bagi anak-anak.
Ia menambahkan, Safari Ramah Anak juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap program wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas) serta upaya mengembalikan anak-anak putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan, baik di jalur formal maupun nonformal.
Kepala SD Negeri 1 Sukoharjo mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan semangat baru bagi para guru dan siswa.
Sementara itu, Wakil Bupati Amir Husein yang memimpin upacara di SD Negeri 5 Wonosobo menyampaikan apresiasi terhadap suasana sekolah yang telah menerapkan prinsip sekolah ramah anak.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat dan lingkungan sekolah. Rencananya, Safari Ramah Anak akan dilaksanakan rutin setiap bulan, dengan sasaran selanjutnya jenjang SMP/MTs dan kemudian SMA/sederajat.
Salah satu siswi SDN 5 Wonosobo, Khaira Dafiya, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia jadi mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi praktik-praktik bullying di lingkungan sekitarnya. (FAZ)