Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonosobo kembali membuka mekanisme penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat 35 Wonosobo tahun 2026. Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pendidikan gratis yang memprioritaskan masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinsos PMD Wonosobo, Harti, menyampaikan selain penjaringan masyarakat juga dapat mengusulkan calon siswa melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) maupun langsung melapor ke pemerintah desa setempat untuk diajukan sebagai peserta Sekolah Rakyat. Setelah data masuk, calon siswa akan menjalani observasi dan verifikasi lapangan oleh petugas PKH, BPS, serta pendamping desa.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Sekolah Rakyat 35 Wonosobo tidak hanya menerima siswa tingkat SMA, tetapi juga membuka penerimaan untuk jenjang SD dan SMP. Hingga saat ini tercatat sudah ada 137 calon siswa SMA, 76 calon siswa SMP, dan 2 calon siswa SD yang masuk dalam pendataan awal.
Harti menambahkan, setiap jenjang pendidikan nantinya akan dibuka tiga rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 25 siswa.
Selain pendidikan gratis, siswa yang diterima di Sekolah Rakyat 35 Wonosobo juga akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari kamar tidur, seragam sekolah, makan, hingga kebutuhan pendidikan lainnya secara penuh. Masyarakat yang ingin mengusulkan peserta didik baru dapat langsung menghubungi Dinsos PMD Wonosobo atau perangkat desa masing-masing.
Harti berharap, dengan adanya Sekolah Rakyat di Wonosobo dapat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi engka kemiskinan di Wonosobo yang salah satunya disebabkan oleh faktor pendidikan. (FAZ)